Saat ini sisa pengerjaan yang belum selesai di antaranya, pengecatan gedung, pemasangan jaringan listrik dan pembangunan IPAL.
Gus Muhdlor sapaannya meninjau langsung proyek sekolah yang berlokasi di Desa Grinting, Kecamatan Tulangan itu, Kamis (8/9). Dia memastikan pekerjaan selesai tepat waktu.
"Kita turun cek lapangan memastikan progres proyek pembangunan SMPN 2 Tulangan, karena pertengahan Januari 2023 nanti sudah harus dipakai belajar mengajar," ujarnya.
Di tahap pertama ini, Pemkab membangun lima ruang kelas dan empat ruangan yang difungsikan untuk ruang kepala sekolah, ruang guru dan ruang TU. Pembangunan dilanjutkan tahun depan dengan membangun lima ruang kelas lagi termasuk memasang pagar sekolah.
Untuk sementara, ratusan siswa SMPN 2 Tulangan belajar mengajarnya memakai gedung SMPN 1 Tulangan, sambil menunggu pembangunan SMPN 2 Tulangan selesai.
Bupati alumni Fisip Unair Surabaya itu juga menyampaikan, dibangunnya SMPN 2 Tulangan tersebut memberikan kesempatan kepada warga sekitar untuk dapat menyekolahkan anaknya-anaknya ke sekolah negeri. Pemerataan akses pendidikan masuk dalam program prioritasnya, karena dengan pemerataan pendidikan membangun SDM unggul dapat terwujud.
"Pemerataan akses pendidikan ini penting sekali, dari 18 kecamatan tinggal Tulangan dan Prambon yang masih memiliki satu sekolah SMP Negeri, dan baru tahun ini terealisasi. Untuk Kecamatan Prambon sudah ada lahannya, sekarang sudah dalam proses pembebasan untuk dibangun SMPN 2 Prambon," terangnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Charis Akhmadi memastikan proyek selesai tepat waktu.
"Pembangunan sudah 90 persen lebih, yang tersisa itu ya tinggal PLN, IPAL sama pengecatan saja. Kita upayakan sebelum akhir Desember sudah rampung," janjinya. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista