Kepala SMK Diponegoro Fuad Najib mengatakan, job matching menjadi salah satu usaha untuk mengurangi tingkat pengangguran. Namun dia berharap ke depannya jangan berhenti di program itu saja.
Menurut dia, harus dikuatkan dengan peraturan daerah (perda). Misalnya menetapkan satu industri mempunyai anak asuh yang adalah SMK. Dengan begitu nantinya kurikulum sekolah akan disinkronkan dengan kebutuhan industri.
“Jadi mereka akan siap untuk bekerja,” katanya.
Dia melanjutkan, kalau sudah diketahui tentang bagaimana kebutuhan dunia usaha, siswa jadi tahu kriteria perusahaan. Namun kalau ada siswa yang ingin menjadi enterpreneur, dia sudah memiliki bekal ilmunya.
Dalam BKK Rabu (26/10), ada 16 perusahaan yang datang. Mereka langsung diserbu oleh siswa yang sedang mencari kerja. Fuad menyebut, pihaknya sendiri sudah MoU dengan 90 perusahaan terkait PKL siswa.
Dia berharap dengan adanya BKK, perusahaan dan pelamar bisa cocok dan sesuai. Selain itu juga agar partner yang ada di dunia industri lebih mengenal lagi SMK Diponegoro.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo Ainun Amalia mengatakan, BKK merupakan salah satu strategi untuk mengurangi angka pengangguran. Terutama pada lingkup membuka atau memberikan sarana lapangan pekerjaan.
Dengan mendekatkan siswa dengan perusahaan, sebagai pencari kerja, mereka bisa langsung berinteraksi dengan perusahaan yang membutuhkan. Ke depan, Disnaker akan terus memberikan semangat pada lembaga pendidikan untuk memberikan motivasi kepada anak didik. “Supaya menjadi siap pakai secara SDM dan kemampuan,” pungkasnya. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista