Ketua Panitia Kegiatan, Dhani Aryanto mengungkapkan, kegiatan itu bagian dari roadshow peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. “Sudah mulai dilaksanakan sejak 5 September lalu,” katanya.
Dhani menambahkan, selain bersih-bersih masjid, puncak peringatan Maulid Nabi itu juga ada kegiatan lomba info grafis, lomba salawat hingga tartil antarsiswa.
Khusus untuk bersih-bersih masjid, kegiatan itu akan menyasar sejumlah masjid dan musala yang ada di Kecamatan Tarik. Kegiatan itu juga akan berlanjut setiap Sabtu. Saat ini masih menyasar masjid atau musala di sekitar sekolah. “Targetnya bisa sampai seluruh masjid dan musala secara bertahap dan berkelanjutan di wilayah Kecamatan Tarik,” imbuhnya.
Waka Kesiswaan SMK YPM 7 Tarik, Ketty Kafsah menambahkan, sedikitnya ada 50 siswa yang dilibatkan dalam kegiatan bersih-bersih itu. Mereka dari pengurus OSIS ditambah para pengurus kelas. “Ada 50 siswa dibagi dua kelompok. Jadi tiap masjid didatangi dan dilakukan oleh 25 siswa,” ungkapnya.
Menurut Ketty, kegiatan tersebut juga bertujuan melatih siswa untuk meneladani rosul. Utamanya dalam penerapan hidup bersih. “Hidup bersih itu penting. Tidak hanya di sekolah tetapi di lingkungan tempat ibadah dan rumah masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMK YPM 7 Tarik Sukendro Syahlil menambahkan, selain melatih untuk mencintai Rasululloh Muhammad SAW, kegiatan itu juga bagian dari penguatan profil pelajar Pancasila. Kegiatan bersih-bersih masjid dan musala di Tarik dan sekitanya ini, akan dilakukan secara rutin, bertahap dan berkelanjutan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat sekitar sekolah.
“Agar siswa tertanam karakter cinta rasul, dan menguatkan profil pelajar Pancasila,” tuturnya. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista