Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Candi Watutulis Prambon Sidoarjo Ungkap Sendang yang Dipercaya Memiliki Khasiat Pengobatan

Diky Putra Sansiri • Minggu, 10 Mei 2026 | 12:29 WIB
PENINGGALAN SEJARAH: Sendang Sentono dan Sentini di Candi Watutulis.
PENINGGALAN SEJARAH: Sendang Sentono dan Sentini di Candi Watutulis.

RADAR SIDOARJO - Pembongkaran liar yang terjadi di Candi Watutulis pada 1998 justru membuka tabir sejarah yang selama ini tersembunyi di dalam tanah.

Alih-alih menemukan harta karun, pihak yang membongkar situs tersebut justru menemukan dua sendang kuno. Hingga kini, air dari kedua sendang itu tidak pernah kering dan oleh sebagian warga dipercaya memiliki khasiat untuk pengobatan.

Baca Juga: Viral Ngabuburit di Wisata Mbah Retjo Sidoarjo, Intip Sejarah dan Makna Ngabuburit

Di tengah hamparan sawah Dusun Sekelor, tepat di belakang SPBU Desa Watutulis, berdiri sebuah petilasan sederhana yang sarat nilai sejarah dan spiritual. Warga setempat mengenalnya sebagai Candi Watutulis atau Punden Sentono.

Juru kunci situs, Buadi, menuturkan keberadaan petilasan itu sudah ada jauh sebelum dirinya lahir. Sejak dulu, tempat tersebut dihormati masyarakat sebagai lokasi berdoa dan memohon keselamatan.

Baca Juga: Wisata Sejarah Awal Industri di Dua Pabrik Gula Sidoarjo, Ini Foto-fotonya

“Sejak saya lahir candi ini sudah ada, tapi masyarakat menyebutnya punden. Tempat ini untuk berdoa dan memohon keselamatan,” ujar Buadi, Minggu (10/5).

Menurut pria 69 tahun itu, pada 1998 sempat terjadi pembongkaran liar oleh pihak tertentu yang meyakini ada harta karun di dalam bangunan kuno tersebut.

Baca Juga: Hafidzoh Maulidya, Belajar Bijak dari Sejarah

“Dulu sempat dibongkar untuk cari harta karun. Warga tidak setuju karena ini tempat yang dihormati,” katanya.

Namun pembongkaran itu justru memperlihatkan susunan bata kuno yang tertanam di dalam tanah dengan kedalaman sekitar satu hingga satu setengah meter. Temuan tersebut menjadi petunjuk kuat adanya struktur bangunan kuno yang pernah berdiri di lokasi itu.

Baca Juga: Asfi Hani, Perempuan Asal Sidoarjo yang Hobi Main Lego dan Kejar Impian Jadi Guru Sejarah

“Waktu dibongkar, terlihat jelas susunan bata di dalam sendang. Dari situ baru diketahui ini bangunan kuno,” jelasnya.

Dari penemuan tersebut, warga kemudian menamai dua sendang di area itu sebagai Sentono dan Sentini. Sendang Sentono memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter dan disebut sebagai sendang laki-laki. Sementara Sendang Sentini berkedalaman sekitar satu meter yang dipercaya sebagai sendang perempuan.

Keberadaan dua sendang itu hingga kini masih dijaga warga. Airnya terus mengalir dan tidak pernah mengering meski berada di tengah area persawahan.

Baca Juga: SMP dan MA Al Muayyad Boarding School Belajar Sejarah di Museum Mpu Tantular Sidoarjo

“Airnya tidak pernah kering. Banyak yang datang mengambil air, katanya bisa untuk penyembuhan menurut kepercayaan masing-masing,” tutur Buadi.

Selain dua sendang, di dalam bangunan petilasan juga terdapat relief unik berupa ukiran menyerupai buto atau raksasa, dua perempuan, dan satu laki-laki. Hingga kini, warga belum mengetahui makna pasti dari relief tersebut.

“Ada gambar seperti buto dan manusia, tapi kami tidak tahu pasti maknanya,” imbuhnya.

Di area petilasan juga tampak perlengkapan ritual seperti tempat bunga, dupa, hingga payung kuning yang biasa digunakan dalam kegiatan keagamaan dan tradisi masyarakat setempat.

Secara lisan, situs ini dipercaya berkaitan dengan Mbah Joyo Rekso Depo Walikromo, tokoh yang diyakini sebagai pembabat alas Desa Watutulis.

Tak hanya itu, Candi Watutulis juga disebut sebagai peninggalan masa Kerajaan Kahuripan pada era Prabu Airlangga. Kerajaan bercorak Hindu-Buddha tersebut memiliki keterkaitan sejarah dengan Kerajaan Kediri dan Kerajaan Singosari.

Penggunaan batu andesit pada struktur bangunan juga memperkuat dugaan bahwa situs ini berasal dari masa sebelum Kerajaan Majapahit, yang dikenal identik menggunakan bata merah sebagai material utama bangunan.

Kini, meski sebagian struktur telah rusak akibat pembongkaran liar, warga tetap menjaga keberadaan situs tersebut sebagai warisan leluhur yang menyimpan nilai sejarah sekaligus spiritual. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#wattulis #sendang #Sejarah #Candi #Prambon