Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Soekarno Pernah Sekolah di SDN Pucang II ?, Ini Kata Pegiat Sejarah Sidoarjo 

M Saiful Rohman • Sabtu, 7 Juni 2025 | 01:15 WIB

 

CERITA SEJARAH: Tampak SDN Pucang II Sidoarjo dengan bangunan saat ini. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
CERITA SEJARAH: Tampak SDN Pucang II Sidoarjo dengan bangunan saat ini. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Tidak banyak yang mengetahui bahwa Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dan ayahnya, Raden Soekemi Sosrodiharjo, pernah meninggalkan jejak sejarah di Sidoarjo.

Raden Soekemi disebut-sebut pernah mengajar di salah satu sekolah dasar di Kota Delta, dan Soekarno sempat bersekolah di tempat yang sama.

“Beliau dikabarkan pernah pindah dari Mojokerto ke Sidoarjo. Memang, alur waktunya masih simpang siur, tetapi ada sumber yang menyebut bahwa beliau sempat mengajar di Sidoarjo,” ujar pegiat sejarah dari Komunitas Sidoarjo Masa Kuno, dr. Sudi Harjanto.

Menurut Sudi, sejumlah sumber, termasuk salah satu buku biografi Soekarno, menyebutkan bahwa Soekemi sempat menjadi guru di Sidoarjo sebelum akhirnya berpindah tugas ke Mojokerto.

Kisah ini mulai terkuak lebih jelas setelah dua warga Belanda, MJM Claassen dan Pim Claassen, datang ke Sidoarjo sekitar tahun 1996.

Mereka menelusuri jejak kakeknya, PH Claassen, yang pernah menjadi kepala sekolah Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sebuah sekolah elite untuk anak-anak priyayi yang berdiri sejak 1901.

Kompleks sekolah HIS itu kini dikenal sebagai SDN Pucang. “Dulu sekolah elite zaman Belanda, sekarang lokasinya berada di sekitar SDN Pucang II atau III,” jelas Sudi.

Claassen bersaudara hanya membawa satu foto hitam-putih peninggalan sang kakek. Dalam ceritanya, PH Claassen menyebut bahwa Soekarno sempat menjadi murid di sekolah tersebut.

“Cerita itu kami kaitkan dengan kabar bahwa Soekarno mengikuti ayahnya pindah ke Sidoarjo. Diduga, ia sempat tinggal sementara dan bersekolah di HIS yang sekarang menjadi SDN Pucang II,” tambahnya.

Sudi juga menduga bahwa Soekarno hanya bersekolah dalam waktu singkat di Sidoarjo sebelum melanjutkan pendidikan di Surabaya.

Dugaan itu diperkuat dengan temuan dokumen zaman Jepang berjudul Pendaftaran Orang Terkemoeka di Djawa oleh Gunseikanbu, yang mencantumkan nama Soekarno dan menyebut bahwa ia pernah duduk di kelas II sekolah dasar di Sidoarjo, setelah sebelumnya belajar di Ploso, Jombang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo, Tirto Adi, membenarkan bahwa pihaknya sudah lama menelusuri kabar tersebut. Namun, hingga kini belum ditemukan bukti fisik yang dapat memastikan kebenarannya.

“Karena banyaknya renovasi dari masa ke masa, kemungkinan besar jejak sejarahnya sudah hilang,” ungkap Tirto.

Ia menjelaskan, ada yang meyakini HIS dulunya berada di lokasi SDN Pucang II, sementara sebagian lainnya menyebut SDN Pucang III. Dahulu sekolah itu merupakan satu kesatuan sebelum akhirnya terpisah menjadi dua.

“Satu-satunya peninggalan yang masih ada hanyalah foto PH Claassen bersama para muridnya. Kami sedang mendalami informasi tersebut lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut Tirto, potensi sejarah ini sangat berharga bagi generasi muda Sidoarjo. “Jika nantinya terbukti, kami tidak menutup kemungkinan untuk membuatkan memorabilia tentang Soekarno di lokasi tersebut,” pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#SDN #Sejarah #Soekarno #Pucang #Sekolah