SIDOARJO - Pada 2006, warga Sidoarjo digegerkan dengan teror sosok hantu yang dikenal dengan nama "Andong Pocong". Konon, hantu ini gentayangan di sekitar kawasan semburan lumpur Lapindo.
Meneror warga dengan suara gemerincing delman dan ketukan pintu di malam hari. Ketika pemilik rumah membuka pintu, Maka dipercaya besoknya si pemilik rumah akan meninggal dunia.
Munculnya Andong Pocong diiringi dengan berbagai cerita dan spekulasi tentang asal-usulnya.
Berikut tiga versi yang paling populer di kalangan masyarakat Sidoarjo:
Versi 1: Tragedi Pengantin
Versi pertama menceritakan kisah tragis sepasang pengantin yang meninggal dalam kecelakaan andong. Konon, pernikahan mereka tidak direstui keluarga, sehingga saat prosesi arak-arakan, terjadi pertengkaran dan pengantin ditarik paksa keluar dari andong.
Kuda yang panik berlari kencang dan menabrak sesuatu, menyebabkan kedua mempelai tewas di tempat. Jiwa mereka yang gentayangan diyakini menjadi wujud Andong Pocong.
Versi 2: Ilmu Hitam dan Tumbal
Versi kedua mengaitkan Andong Pocong dengan ilmu hitam. Diceritakan ada seorang pria yang ingin menjadi kaya raya dengan cara pesugihan. Dia mengikuti ritual dan mendapatkan mantra untuk berubah menjadi "si Putih" dan andong gaib. Konon, Andong Pocong tersebut merupakan tumbal yang dikorbankan dalam ritual tersebut.
Versi 3: Kutukan Lumpur Lapindo
Versi ketiga menghubungkan Andong Pocong dengan semburan lumpur Lapindo yang terjadi sejak 2006. Ada yang meyakini bahwa Andong Pocong adalah arwah gentayangan dari korban lumpur Lapindo, atau wujud dari upaya seorang ahli ilmu hitam yang ingin menutup lubang lumpur dengan tumbal nyawa.
Kebetulan saat itu sayembara untuk menghentikan lumpur memang ada. Sayembara berhadiah rumah tipe 36 di perumahan yang tak lama kemudian juga tenggelam.
Berbondong-bondong orang sakti datang, bahkan ada yang dari luar Jawa. Ada yang melempar kambing hidup, merapal mantra, dan membakar sesajen.
Terlepas dari berbagai versi asal-usulnya, Andong Pocong telah menjadi legenda urban yang melegenda di Sidoarjo. Terornya yang berupa suara gemerincing delman dan ketukan pintu di malam hari membuat warga ketakutan. Bahkan, konon banyak yang mengalami kesurupan dan melihat penampakan hantu ini.
Peristiwa Andong Pocong menjadi pengingat akan kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal gaib dan mistis. Kejadian ini juga menunjukkan bagaimana sebuah cerita rakyat dapat berkembang dan diinterpretasikan dengan berbagai cara, tergantung dari konteks budaya dan kepercayaan masyarakat setempat. (nis)
Editor : Annisa Firdausi