Ketua Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kabupaten Sidoarjo, Wardoyo mengatakan kalau per harinya pedagang tanaman bonsai minimal membawa pulang uang Rp 25 juta dari hasil penjualan bonsai yang ada di pameran dan kontes bonsai.
Puluhan stan dan ratusan tanaman bonsai yang dijual dan dipamerkan dibanderol dengan harga mulai dari 500 ribu rupiah untuk pohon bakalan. Harga bisa mencapai 500 juta rupiah untuk kelas utama.
"Berbeda lagi dengan tanaman bonsai yang sudah kelas bintang, harganya bisa mencapai milyaran rupiah," kata Wardoyo, ketua PPBI Kabupaten Sidoarjo Minggu (21/2).
Menurutnya bisnis tanaman bonsai saat ini cukup menjanjikan. Jenis tanaman yang paling dicari penggemar bonsai yakni tanaman waru, serut, santigi, cemara, pohon asem, secang, komeng dan hokiantea. Dan yang paling laku dan dicari penggemar bonsai saat ini adalah tanaman bonsai santigi.
Seperti tanaman milik Ahmad Rizal sendiri dibanderol mulai dari harga ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah. "Kalau yang jenis itu (Santigi,red) umurnya lebih dari 10 tahun harganya Rp 14 juta," ujarnya.
Sementara itu Penjabat Bupati Sidoarjo Hudiyono berpesan kepada panitia selama pelaksanaan pameran untuk menyediakan fasilitas protokol kesehatan. Begitu juga dengan pengunjung pameran wajib menerapkan protokol kesehatan. Seperti pakai masker dan tidak berkerumun.
Hudiyono mengatakan bisnis jual beli tanaman bonsai dengan omzet sampai ratusan juta rupiah merupakan peluang bagus di tengah pandemi Covid-19. Bisnis yang menyasar masyarakat ekonomi menengah ke atas ini laris manis karena banyak dari mereka menghabiskan waktu dirumah dengan menikmati keindahan tanaman bonsai.
"Pada prinsipnya ekonomi harus jalan, meski saat ini sedang ada pembatasan kegiatan. Syaratnya harus mematuhi protokol kesehatan. Jika sampai terjadi kerumunan pengunjung harus dibatasi," ungkapnya.
Hudiyono minta dinas terkait mendukung komunitas bonsai yang sudah menyelenggarakan pameran dengan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
"Adanya pameran ini bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi, karena perputaran uangnya cukup besar. Ini merupakan terobosan dan inovasi yang bagus. Kegiatan ini bisa membawa berkah Sidoarjo," pungkasnya. (rpp/opi)
Editor : Nofilawati Anisa