Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Razia Bocor, Wabup Sidoarjo Minta Lokalisasi Krengseng Krian Dibongkar

Diky Putra Sansiri • Minggu, 12 Juli 2026 | 06:57 WIB
TEGAS: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana saat menggerebek lokalisasi di Krengseng, Desa Jerukgamping, Kecamatan Krian, Sabtu (11/7) malam. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
TEGAS: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana saat menggerebek lokalisasi di Krengseng, Desa Jerukgamping, Kecamatan Krian, Sabtu (11/7) malam. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dipimpin langsung Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana bersama Satpol PP dan aparat gabungan, Sabtu (11/7) malam, diduga telah bocor. 

Saat petugas menyisir sejumlah lokasi yang selama ini dikenal sebagai tempat praktik prostitusi dan peredaran minuman keras, sebagian besar warung remang-remang sudah tutup dan aktivitas di dalamnya nyaris tidak ditemukan.

Baca Juga: Razia Gabungan, Petugas Temukan Benda Terlarang di Rutan Medaeng Sidoarjo

Meski demikian, petugas tetap berhasil mengamankan 12 botol minuman keras (miras), enam Lady Companion (LC), serta seorang pemilik warung karaoke di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo. 

Mereka selanjutnya dibawa ke Kantor Satpol PP Kabupaten Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan administrasi dan skrining kesehatan, termasuk tes HIV/AIDS oleh Dinas Kesehatan.

Baca Juga: Razia Besar di Lapas Porong Sidoarjo, HP dan Sajam Rakitan Disita

Operasi Pekat digelar mulai pukul 20.00 hingga 23.00 dengan melibatkan personel Kodim 0816 Sidoarjo, Polresta Sidoarjo, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dispendukcapil Kabupaten Sidoarjo.

Tiga lokasi menjadi sasaran operasi, yakni kawasan warung remang-remang di Desa Tanjek Wagir, Kecamatan Krembung, lokalisasi Krengseng di Desa Jerukgamping, Kecamatan Krian, serta warung karaoke di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo.

Baca Juga: Razia Blok Rutan Medaeng Sidoarjo, Petugas Temukan Barang Mengejutkan

Di lokasi pertama dan kedua, petugas tidak menemukan Pekerja Seks Komersial (PSK). Yang tersisa hanya bilik-bilik kamar, alat kontrasepsi, serta beberapa orang yang diduga dalam kondisi mabuk. 

Di kawasan Krengseng, petugas juga membongkar dan memusnahkan sebagian tempat yang diduga digunakan untuk praktik asusila.

Baca Juga: Lakukan Vandalisme di Bawah Flyover Depan Lippo Plaza Sidoarjo, Empat Pelajar Terjaring Razia 

Kepala Satpol PP Kabupaten Sidoarjo Yany Setyawan menjelaskan, operasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan penyakit masyarakat sekaligus mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS yang masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga: Gelar Razia di Lapas Sidoarjo dan Tes Urine Dadakan, Temukan Barang Terlarang

Ia mengatakan, operasi gabungan tidak hanya menyasar praktik prostitusi, tetapi juga peredaran minuman keras dan pendataan identitas para penghuni maupun pekerja di lokasi.

"Ya, kegiatan pada malam ini adalah Operasi Pekat yang kita lakukan bersama TNI-Polri, Dinas Kesehatan, dan Dispendukcapil dalam rangka mewujudkan kondisi aman di Sidoarjo," ujarnya.

Menurut Yany, operasi tersebut juga menjadi langkah deteksi dini untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS.

"Kami juga melaksanakan deteksi dini terhadap penyakit menular HIV/AIDS. Perlu diketahui bahwa kasus HIV/AIDS di Sidoarjo masih tinggi. Karena itu kami melakukan pemeriksaan secara acak untuk mengantisipasi penyebaran," katanya.

Ia menambahkan, warga yang tidak membawa KTP akan didata dan diverifikasi oleh Dispendukcapil.

"Bagi yang tidak ber-KTP juga kita laksanakan identifikasi bersama Catatan Sipil," imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kabupaten Sidoarjo Raden Novianto Koesno Adi Putro membeberkan, petugas menemukan warung yang menjual minuman keras secara ilegal.

"Ada tempat-tempat warkop yang digunakan menjual miras. Ini menjadi perhatian karena dampak alkohol dapat memicu gangguan ketertiban umum, tindak kejahatan, maupun kekerasan," tegas Novianto.

Saat ditanya mengenai dugaan kebocoran informasi operasi, Novianto mengakui pihaknya akan melakukan evaluasi. Namun, menurutnya yang terpenting adalah kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Kegiatan itu sudah kami upayakan seminimal mungkin agar tidak bocor. Tapi terlepas dari itu, pemerintah harus hadir di masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengakui sebagian lokasi yang menjadi target operasi sudah lebih dulu sepi saat petugas tiba. Ia langsung memerintahkan Satpol PP Sidoarjo untuk segera melakukan pembongkaran.

"Ada tiga titik tadi, tapi bocor. Jadi sudah sepi ketika kita datang," katanya.

Meski demikian, Mimik menegaskan operasi serupa akan terus digelar hingga praktik prostitusi dan peredaran minuman keras dapat diberantas.

"Terusan ini. Sikat habis! Sidoarjo harus bersih, nyaman, dan asri," tegas perempuan yang akrab disapa Mak Mimik tersebut.

Di Desa Lebo, Mimik juga menyoroti keberadaan lapak karaoke yang berdiri di atas Tanah Kas Desa (TKD). Ia meminta pemerintah desa segera melakukan pendataan dan penataan ulang terhadap seluruh lapak yang ada.

"Lapak-lapak ini berada di tanah kas desa. Kepala desa yang baru nanti harus mendata ulang, berapa jumlah lapaknya, bagaimana pengelolaannya, termasuk pemasukan untuk desa," ujarnya.

Selain itu, Mimik menginginkan kawasan warung remang-remang di Desa Tanjek Wagir, Kecamatan Krembung, nantinya ditata menjadi ruang terbuka hijau.

"Tempat di Krembung itu harus segera dibersihkan. Ke depan bisa dimanfaatkan menjadi ruang terbuka hijau atau taman agar lebih bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Razia #Satpol PP #Wabup #Mimik Idayana #Bocor