Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TPS3R Bringinbendo Taman Sidoarjo Minta Dukungan Pemerintah

D
Penulis: Diky Putra Sansiri❯
MANDIRI: TPS3R Bringinbendo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, membutuhkan perluasan hanggar, tambahan armada, hingga mesin pengolah sampah untuk meningkatkan kapasitas layanan. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
MANDIRI: TPS3R Bringinbendo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, membutuhkan perluasan hanggar, tambahan armada, hingga mesin pengolah sampah untuk meningkatkan kapasitas layanan. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

Advertisement

RADAR SIDOARJO – Di tengah persoalan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah di banyak daerah, TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, menunjukkan capaian yang patut diapresiasi.

Selama lima tahun terakhir, seluruh sampah yang dihasilkan warga berhasil dikelola secara mandiri tanpa satu pun dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Jabon.

Advertisement

Meski demikian, keberhasilan tersebut masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Mulai dari kapasitas bangunan yang sempit, armada pengangkut yang minim, hingga belum tersedianya mesin pemilah dan pengolah sampah. Karena itu, pengelola berharap mendapat dukungan dari pemerintah maupun pihak swasta.

Sekretaris BUMDes Maju Jaya Makmur (MJM) Bringinbendo, Ivan Yudhistira, mengatakan TPS3R setiap hari menerima lima hingga tujuh ton sampah dari warga. Seluruh proses pengolahan masih dilakukan secara manual karena belum didukung peralatan yang memadai.

Advertisement

"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat dapat memberikan bantuan. Kami sudah membuktikan mampu mengelola sampah secara mandiri, tinggal bagaimana fasilitasnya bisa ditingkatkan," ujarnya, Jumat (10/7).

Menurut Ivan, kebutuhan paling mendesak adalah perluasan bangunan TPS3R. Saat ini hanggar utama hanya berukuran 12 x 10 meter, sehingga dinilai tidak lagi mampu menampung volume sampah yang terus meningkat.

"Bangunan kami termasuk kecil dibandingkan TPS3R di desa lain. Kalau timbunan sampah terlalu tinggi, asap pembakaran mengganggu teman-teman yang memilah sampah dan tentu kurang baik bagi kesehatan mereka," katanya.

Selain perluasan bangunan, TPS3R juga membutuhkan tambahan dua unit kendaraan roda tiga atau tossa untuk mengangkut sampah. Armada yang digunakan saat ini merupakan kendaraan bekas yang kerap mengalami kerusakan.

"Kalau armada rusak, pelayanan ke masyarakat otomatis ikut terganggu. Karena itu kami berharap ada tambahan dua unit kendaraan," jelasnya.

Ivan juga berharap Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo dapat memberikan pelatihan kepada petugas TPS3R, baik bagi tenaga pemilah maupun operator pembakaran sampah.

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo

Artikel Terkait

Pemkab Sidoarjo Salurkan 4 Ribu Beasiswa, Ini Pesan Bupati

Pemkab Sidoarjo Salurkan 4 Ribu Beasiswa, Ini Pesan Bupati

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penyaluran 4.000 beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa pada 2026.

Bupati Sidoarjo Tegaskan APBD Harus Berdampak Nyata, Fokus Pelayanan Publik hingga Perluasan Lapangan Kerja

Bupati Sidoarjo Tegaskan APBD Harus Berdampak Nyata, Fokus Pelayanan Publik hingga Perluasan Lapangan Kerja

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak boleh hanya berhenti pada capaian administrasi dan laporan keuangan. 

Bupati Sidoarjo Soroti Tingginya Kasus Narkoba di Wonoayu 

Bupati Sidoarjo Soroti Tingginya Kasus Narkoba di Wonoayu 

Kecamatan Wonoayu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam upaya pemberantasan narkoba.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer