
RADAR SIDOARJO – Di tengah persoalan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah di banyak daerah, TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, menunjukkan capaian yang patut diapresiasi.
Selama lima tahun terakhir, seluruh sampah yang dihasilkan warga berhasil dikelola secara mandiri tanpa satu pun dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Jabon.
Baca Juga: Lima Tahun Nol Sampah ke TPA, TPS3R Bringinbendo Taman Sidoarjo Olah hingga 7 Ton Sampah per Hari
Meski demikian, keberhasilan tersebut masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Mulai dari kapasitas bangunan yang sempit, armada pengangkut yang minim, hingga belum tersedianya mesin pemilah dan pengolah sampah. Karena itu, pengelola berharap mendapat dukungan dari pemerintah maupun pihak swasta.
Sekretaris BUMDes Maju Jaya Makmur (MJM) Bringinbendo, Ivan Yudhistira, mengatakan TPS3R setiap hari menerima lima hingga tujuh ton sampah dari warga. Seluruh proses pengolahan masih dilakukan secara manual karena belum didukung peralatan yang memadai.
Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Kucurkan Rp 18,14 M untuk Penguatan TPS 3R, Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Desa
"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat dapat memberikan bantuan. Kami sudah membuktikan mampu mengelola sampah secara mandiri, tinggal bagaimana fasilitasnya bisa ditingkatkan," ujarnya, Jumat (10/7).
Menurut Ivan, kebutuhan paling mendesak adalah perluasan bangunan TPS3R. Saat ini hanggar utama hanya berukuran 12 x 10 meter, sehingga dinilai tidak lagi mampu menampung volume sampah yang terus meningkat.
"Bangunan kami termasuk kecil dibandingkan TPS3R di desa lain. Kalau timbunan sampah terlalu tinggi, asap pembakaran mengganggu teman-teman yang memilah sampah dan tentu kurang baik bagi kesehatan mereka," katanya.
Selain perluasan bangunan, TPS3R juga membutuhkan tambahan dua unit kendaraan roda tiga atau tossa untuk mengangkut sampah. Armada yang digunakan saat ini merupakan kendaraan bekas yang kerap mengalami kerusakan.
"Kalau armada rusak, pelayanan ke masyarakat otomatis ikut terganggu. Karena itu kami berharap ada tambahan dua unit kendaraan," jelasnya.
Ivan juga berharap Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo dapat memberikan pelatihan kepada petugas TPS3R, baik bagi tenaga pemilah maupun operator pembakaran sampah.



