RADAR SIDOARJO – Seorang remaja berinisial IZ, 17, warga Desa Pepe, Kecamatan Sedati, menjadi korban pengeroyokan.
Aksi itu dilakukan oleh puluhan orang tak dikenal di depan SPBU Jalan Raya Juanda, Desa Semambung, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.
Baca Juga: Warga Taman Sidoarjo Jadi Korban Pengeroyokan saat Ronda Malam
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (10/4) dini hari.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Paman korban, Zainul Fajar, menjelaskan bahwa insiden bermula saat IZ bersama dua rekannya berangkat dari rumah pada Kamis (9/4) sekitar pukul 21.00 WIB untuk menghadiri acara komunitas.
Mereka berboncengan menggunakan sepeda motor milik korban menuju kegiatan kopi darat (kopdar) di Kantor NU Wadungasri, Waru.
Baca Juga: Konser di Surabaya Batal, Ratusan Diduga Pesilat Konvoi dan Lakukan Pengeroyokan di Taman Sidoarjo
Setelah acara selesai, ketiganya sempat bersantai di sebuah warung kopi hingga larut malam. Sekitar pukul 01.00 WIB, mereka melanjutkan perjalanan menuju arah SPBU Jalan Raya Juanda.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 01.20 WIB, korban turun di pintu keluar SPBU, sementara rekannya hendak mengisi bahan bakar.
Saat berjalan menuju area pompa ban, IZ tiba-tiba diserang oleh sekelompok pemuda.
“Tanpa alasan yang jelas, puluhan orang langsung mengeroyok keponakan saya. Kepalanya terluka parah hingga sempat pingsan di lokasi,” ujar Fajar.
Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Sopir Avanza di Taman Sidoarjo, Polisi Tahan Dua Tersangka
Mendengar keributan, kedua teman korban segera menghampiri. Namun, mereka mendapati IZ sudah tergeletak dalam kondisi bersimbah darah.
Warga sekitar menyebut jumlah pelaku diperkirakan mencapai 20 orang.
Tak lama kemudian, aparat kepolisian datang ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka robek di kepala sepanjang tiga sentimeter, luka di bibir yang memerlukan empat jahitan, serta luka gores memanjang dari bawah ketiak hingga punggung.
Berdasarkan keterangan korban, beberapa pelaku diduga membawa senjata tajam berupa pisau kecil saat melakukan aksi tersebut.
Pihak keluarga telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Gedangan dengan melampirkan bukti berupa rekaman CCTV di sekitar lokasi dan video amatir.
Kapolsek Gedangan, Kompol Anak Agung GPW, membenarkan laporan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan motif para pelaku.
“Laporan sudah kami terima. Saat ini Unit Reskrim masih mendalami kasus ini,” tegasnya. (sur/vga)