RADAR SIDOARJO - Polisi masih menunggu kondisi enam terduga pelaku pencurian kayu pintu air tambak atau kayu labang pulih untuk dilakukan pemeriksaan.
Para pelaku terluka beberapa bahkan kritis parah usai diamankan warga di Dusun Dadapan, Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, pada Jumat (19/12) sore.
”Ada enam yang diamankan semua masih dalam perawatan, kami belum bisa interogasi,” kata Kapolsek Sedati Iptu Masyita Dian Sugiynto.
Menurutnya, maling mengalami luka berat hingga ada dua orang kritis. Menurutnya, peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WIB saat warga memergoki para pelaku beraksi di area tambak.
Ia menegaskan kabar yang menyebut ada pelaku meninggal dunia tidak benar.
”Tidak ada yang meninggal. Kami masih menunggu kondisi mereka stabil untuk pemeriksaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Segoro Tambak Anik Mahmudah mengungkapkan, komplotan tersebut diduga sudah berulang kali mencuri kayu pintu air tambak di wilayahnya.
Bahkan, dari pengakuan warga, pencurian tidak hanya terjadi di Segoro Tambak, tetapi juga di Tambak Kemuning, Tambak Cemandi, hingga wilayah Porong.
”Kerugiannya sudah puluhan juta rupiah karena yang diambil kayu berkualitas tinggi,” katanya. Diduga pelaku datang ke lokasi menggunakan perahu. Anik menyebut warga sebelumnya enggan melakukan penyergapan karena beredar informasi para pelaku membawa senjata berbahaya semacam bom ikan.
Di sisi lain, warga setempat Yoyok mengatakan kemarahan warga memuncak karena pencurian kayu pintu air tambak sudah sering. ”Kayu tersebut berfungsi vital untuk mengatur sirkulasi air tambak ikan dan udang,” katanya. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista