RADAR SIDOARJO - Razia prostitusi online pada bulan Ramadan dilakukan Satreskrim Polresta Sidoarjo. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) melaksanakan razia di salah satu hotel di Sidoarjo Kota. Hasilnya empat wanita dan satu orang diduga mucikari diamankan.
Empat wanita dan satu pria diduga mucikari ini diamankan di beberapa kamar di salah satu hotel di wilayah Sidoarjo Kota. Mereka bermodus menawarkan pijat, ketika pelanggan datang mereka menawarkan untuk berhubungan intim dengan tarif tertentu. Ini termasuk dalam prostitusi online.
"Mereka menggunakan aplikasi MiChat untuk menjajahkan jasanya ini. Kedoknya jasa pijat," kata Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Fahmi Amarullah, Jumat (14/3).
Razia ini dilakukan setelah mendapat laporan masyarakat yang resah terkait praktek prostitusi online yang masih beroperasi selama ramadan. Satreskrim Polresta Sidoarjo menindaklanjuti laporan tersebut dan menemukan mereka di kamar hotel.
Selanjutnya, empat wanita dan satu pria diduga mucikari ini diamankan dari lokasi. Mereka kemudian didata dan dilakukan penyidikan. Ternyata empat wanita ini diketahui menjajahkan dirinya sendiri dengan modus pijat.
Pihak kepolisian menemukan kondom di kamar hotel tersebut saat penggerebekan. Bahkan, saat itu salah satu wanita saat digerebek sedang melayani pelanggan di kamar hotel tersebut.
"Sementara yang pria tidak ada cukup bukti ia mucikari. Mereka kami beri pembinaan dan kami pulangkan namun tetap kami data agar tidak beroperasi kembali," tuturnya.
Pihaknya mengungkapkan, razia prostitusi online akan terus dilakukan anggotanya selama ramadan ini. Hal ini dilakukan agar masyarakat Sidoarjo bisa beribadah dengan tenang.
"Razia akan kami lakukan terus baik di hotel maupun lokasi yang diduga sebagai tempat prostitusi online di Sidoarjo, " tuturnya. (gun)
Editor : Guntur Irianto