Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Catut Nama Wabup Terpilih, Diduga Penipuan Diadukan ke Polresta Sidoarjo 

Guntur Irianto • Selasa, 18 Februari 2025 | 14:57 WIB
GERAM : Merasa jadi korban penipuan adukan pria yang catut nama Wabup Sidoarjo terpilih. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SIDOARJO)
GERAM : Merasa jadi korban penipuan adukan pria yang catut nama Wabup Sidoarjo terpilih. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Belum dilantik, nama Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo terpilih Mimik Idayana dicatut terkait dugaan penipuan dan penggelapan. Dua orang korban dan kuasa hukumnya mengadukan dugaan penipuan ini, Senin (17/2) sore. 

Korban membuat surat aduan untuk teradu RB, 43, warga Tarik, Sidoarjo, usai menjadi korban penipuan dengan modus kerja di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Terlapor mencatut nama Wabup Sidoarjo terpilih untuk meyakinkan korban.

"Korban diminta sejumlah uang. Ada tujuh korban dengan total kerugian mencapai Rp 40 juta," ungkap Kuasa Hukum korban M Tahir.

Ia mengungkapkan, korban ini diduga tidak hanya mencatut nama Mimik, namun ia juga memalsukan tanda tangan yang bersangkutan. Korban mendapat daftar yang disampaikan terlapor sebagai nama yang dimasukkan kerja.

Dalam daftar tersebut, terdapat logo Pemkab Sidoarjo dan tanda tangan Mimik selaku Wabup Sidoarjo terpilih. "Surat itu untuk meyakinkan korban. Saya sudah konfirmasi ke Bu Mimik, tidak ada perekrutan tersebut. Tanda tangan itu beda dengan yang asli milik Bu Mimik," terangnya.

Ini yang membuat korban dan kuasa hukumnya tersebut yakin melaporkan aksi RB ke Polresta Sidoarjo. "Korban dijanjikan masuk pada 24 Februari. Namun, akhir-akhir ini sulit dihubungi. Bahkan saat ke rumahnya sudah menghilang," ungkapnya.

Salah satu korban Wiwik, warga Tarik, Sidoarjo, mengaku, awalnya ia ditawari bekerja di Pemkab Sidoarjo menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun, ia tidak mau dan meminta teradu memberikan ke anaknya saja.

"Saya awal diminta Rp 2,5 juta. Kemudian diminta lagi Rp 5 juta dan dijamin masuk katanya untuk setor. Total saya serahkan Rp 7,5 juta dan ada kwitansi. Saya utang untuk bayar itu," katanya.

Sementara, Priyono alias Bakri, warga Wedoroklurak, Candi, Sidoarjo, mengaku dijanjikan terlapor masuk ke Dinas Pengairan Peovinsi Jatim. Terlapor meminta uang Rp 4 juta, namun masih diberi Rp 1 juta.

Ia mengaku, sisanya Rp 3 juta akan dibayarkan setelah masuk kerja pada 24 Februari. Namun, ternyata terlapor sudah menghilang sejak awal Februari. "Saya juga pastikan ke teman-teman ternyata saya ditipu, " katanya.

Kasus penipuan dan penggelapan dengan mencatut nama Wabup Sidoarjo terpilih Mimik Idayana tersebut sudah diadukan. Polresta Sidoarjo sudah menerbitkan surat pengaduan Nomor : STTP/ 241 7I1/2025/SPKT POLRESTA SIDOARJO/POLDA JAWA TIMUR . (gun)

Editor : Guntur Irianto
#p3k #Wabup Terpilih #pemkab #Lapor #Korban #Penggelapan #Penipuan #Pengaduan #Polresta