SIDOARJO - Warga Jalan Cendrawasih, Dusun Kepuh, Desa Betro, Kecamatan Sedati gempar. Pria berinisial W tewas usai ditusuk senjata tajam (sajam) oleh suami sah kekasihnya, Jumat (30/8) dini hari di desa setempat.
Informasi yang dihimpun menyebut, aksi itu ditengarai karena motif asmara. Berawal dari hal itu, pelaku nekat menusuk pria 26 tahun tersebut. Korbannya merupakan warga Jalan Malik Ibrahim, Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati.
Usut punya usut, antara korban dengan seorang perempuan yang diduga kekasihnya itu sudah menjalin hubungan asmara. Namun, rupanya kekasih korban masih punya suami dan belum bercerai.
Hanya saja, mereka pisah ranjang karena hubungan yang kurang harmonis. Suatu ketika pada Kamis (29/8) malam, korban menjemput kekasihnya tersebut pulang dari bekerja, dan mengantarkannya pulang ke kos.
Tanpa sepengetahuan korban, rupanya keluarga kekasihnya tersebut sudah menunggu di kos dengan maksud untuk berbincang-bincang dengan korban.
Tak hanya orang tua kekasihnya saja, rupanya suami dari kekasihnya itu juga ada di kos. Seketika, korban tercengang. Akhirnya mereka melakukan mediasi di kos tersebut.
"Informasi yang saya dapat, keluarga pihak perempuan memberi tahu bahwa perempuan tersebut sudah bersuami, namun hubungan rumah tangganya kurang harmonis dan pisah ranjang," ujar warga setempat Sutoyo.
Ketika di kos itu, antara korban dengan suami sah perempuan tersebut hanya saling memandang dan tidak berbicara. Merasa dirinya terancam, korban memutuskan untuk tidak melanjutkan perbincangan dan pergi dari situ.
Ironisnya, saat korban sudah mengendarai motornya, suami dari kekasihnya itu meneriaki korban "maling". Mendengar teriakan tersebut, warga merespon dengan menghentikan laju sepeda motor korban.
Akhirnya, korban ditangkap oleh warga. Namun, warga tidak menghakimi korban. Tidak selang lama, suami perempuan tersebut rupanya sudah membawa sajam dan menusuk bagian tubuh korban.
"Korbannya tersungkur dan langsung dibawa ke Puskesmas Sedati oleh warga," ungkapnya.
Karena luka yang cukup parah, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Sidoarjo. Nahasnya, korban menghembuskan nafas terakhirnya saat di perjalanan.
Jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara Porong untuk dilakukan otopsi.
Informasi yang dihimpun menyebut, korban merupakan seorang duda dan mempunyai satu orang anak yang masih SD. Korban merupakan anak semata wayang. Sedangkan, kekasihnya masih berstatus istri orang, namun sudah pisah ranjang.
Kemudian, Radar Sidoarjo mencoba mendatangi rumah duka, namun pihak keluarga masih enggan untuk memberikan komentar.
Sementara itu, Wakasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Hafid Dian Maulidi mengatakan, usai mendapat laporan mengenai kejadian tersebut, pihaknya bergegas menuju ke lokasi.
"Pelaku sudah ditangkap. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut," tandasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista