SIDOARJO - Oknum perguruan silat di Sidoarjo kembali bikin onar. Beberapa kali aksinya menimbulkan keresahan masyarakat. Kali ini, puluhan pemuda yang diduga berasal dari kelompok perguruan silat itu menyerang pedagang kaki lima dan pembeli dengan melempari batu ke arah Frontage Road Aloha, Gedangan, Jumat (31/5) dini hari.
Namun, warga berhasil menangkap salah satu pemuda dari kelompok tersebut. Karena geregetan, warga menghajar pemuda tersebut hingga babak belur.
Saat ditemui di TKP pada Minggu (2/6) dini hari, penjaga warkop Bima mengatakan, sekitar 20 motor melaju bergerombol dari arah Surabaya, lalu mereka berhenti di jalan raya sebelah barat Frontage Road Aloha.
Tidak selang lama, kelompok pesilat tersebut turun dari motor dan menuju rel kereta api. Tanpa sebab yang pasti, mereka langsung melemparkan batu ke arah pedagang kaki lima dan pembeli yang sedang nongkrong.
Karena ulah kelompok pesilat itu, para pedagang ketakutan, menutup dagangannya dan ada yang pergi meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri.
Masih belum puas dengan ulahnya, kelompok pesilat itu putar balik di Bundaran Aloha selanjutnya melewati Frontage Aloha sambil membawa kayu panjang dan menyabetkan ke arah pembeli.
"Banyak sekali orangnya, sekitar 20 motor sama bleyer-bleyer," ujarnya.
Sambil menggeber motornya, kelompok pesilat itu membuat resek di Frontage Road Aloha. Diketahui, mereka menuju ke arah selatan. Belum sampai di ujung jalan, kelompok tersebut kembali ke arah utara.
"Semua ke arah selatan, tapi tiba-tiba balik ke arah sini (utara, red). Sambil bleyer-bleyer gitu. Saya tidak tahu ada korban yang terkena lemparan atau tidak, karena saya lagi jualan," ungkapnya.
Informasi yang dihimpun, warga ada yang mengetahui bahwa kelompok itu juga membawa senjata tajam (sajam). Bahkan, ada salah satu pembeli yang terkena sabetan kayu dan lemparan batu oleh kelompok pesilat tersebut.
Kelompok tersebut kemudian dihadang warga yang geram atas ulah mereka. Oknum pesilat itu lalu putar balik ke arah utara dan salah satu rekannya tertinggal.
Kapolsek Gedangan Kompol Rochsulullah mengatakan, pihaknya sempat mengamankan yang bersangkutan dari amukan massa.
Diketahui, pemuda itu berinisial R, 20, warga Wonoayu. Saat ini kasus tersebut sudah selesai. "Sudah clear berdamai," tandasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista