Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Waspada! Kecelakaan Lalu Lintas Sidoarjo Sering Terjadi di Jalur Ini  

Diky Putra Sansiri • Rabu, 15 Mei 2024 | 03:39 WIB

 

JALUR RAWAN: Kecelakaan di Jalan Raya Trosobo, Taman pada Selasa, 23 April 2024. (IST)
JALUR RAWAN: Kecelakaan di Jalan Raya Trosobo, Taman pada Selasa, 23 April 2024. (IST)

SIDOARJO - Selama April 2024, angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Sidoarjo mengalami kenaikan. Meski begitu, korban meninggal dunia cenderung mengalami penurunan.

Data tersebut diketahui dari analisis dan evaluasi (anev) Satlantas Polresta Sidoarjo. Saat dikonfirmasi pada Selasa, 14 Mei 2024, Kanit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo AKP Ony Purnomo menyebut, angka korban meninggal mencapai delapan orang pada April lalu.

Jumlah tersebut turun delapan orang jika dibandingkan pada Maret 2024. Fakta itu tetap menjadi perhatian khusus dari pihaknya dalam mengurangi adanya korban meninggal dalam kejadian laka.

"Jumlah lakanya naik, tapi korban meninggal dunia turun,’’ ujarnya.

Total ada 180 korban dari 132 kejadian pada April. Sedangkan, pada Maret, ada 162 orang yang menjadi korban dari 117 kejadian laka lantas.

"Semoga bulan ini bisa turun, begitu pun dengan angka kematiannya,’’ harapnya.

Fakta yang terjadi, bahwa korban meninggal akibat laka lantas pada April merupakan pengendara motor. Ony tidak memungkiri bahwa pengendara motor paling rawan dalam laka.

“Biasanya penyebab laka karena tata cara belok atau putar balik, terus tertabrak atau terlindas kendaraan besar,’’ ungkapnya.

Sementara itu, waktu yang paling sering terjadi laka lantas adalah pukul 00.00 hingga 06.00 dan 12.00 hingga 18.00. “Kalau dini hari kemungkinan mengantuk, kurang hati-hati. Jika siang hingga sore hari orang beraktivitas dan sedang terburu-burunya,’’ imbuhnya.

Di antara delapan orang yang meninggal, dua korban meninggal di Jalan Raya Trosobo, Taman. Dari data tersebut, Ony mengungkapkan, Jalan Raya Trosobo, Taman, Jalan Raya Kemangsen, Krian dan Jalan Raya Ciro Bakungtemenggungan, Balongbendo menjadi wilayah jalur tengkorak atau black spot.

“Kami telah memperketat pengawasan pelanggaran dan sebelumnya sempat meruqyah jalan di jalur black spot sebagai upaya mengurangi angka kecelakaan,’’ terangnya. 

"Diharapkan kesadaran akan pentingnya tertib berlalu lintas semakin meningkat di masyarakat, sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di Sidoarjo," tandasnya. (dik/nis)

Editor : Annisa Firdausi
#Kecelakaan #jalur tengkorak #jalur rawan #Laka Lantas #angka kecelakaan