SIDOARJO - Terduga pelaku pembunuhan dan perampokan yang menewaskan Yesi Marsela berlagak layaknya pembeli di minimarket tempat korban bekerja. Pelaku akhirnya membunuh korban di dalam minimarket RT 17/RW 05, Jalan Mandala, Desa Semambung, Kecamatan Gedangan, Minggu (31/3) malam.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, pelaku berpura-pura akan membeli token listrik di minimarket itu.
Ketua RT 17/RW 05, Bahrudin mengatakan, korban dikenal baik di mata warga sekitar. Bersama dengan ibunya, korban tinggal di Jalan Mandala, Semambung.
Menurut warga sekitar, korban dan ibunya merupakan warga Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Diketahui, korban belum lama bekerja di toko tersebut.
Di sisi lain, ibu korban bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dan korban setiap harinya bekerja sebagai pegawai minimarket.
Informasi yang berhasil dihimpun, gerak gerik pelaku terekam kamera CCTV. Dalam rekaman tersebut, pelaku masuk dari pintu belakang minimarket.
Saat itu, korban bersih-bersih dan hendak menutup toko. Pelaku berpura-pura layaknya pembeli biasa, dia datang untuk membeli token listrik.
Ironisnya, di saat korban lengah, pelaku mengeluarkan sebilah pisau dan mengancam korban. Korban sempat membela diri melakukan perlawanan.
Pelaku yang ketakutan aksinya ketahuan, akhirnya membekap mulut dan hidung korban hingga meninggal dunia. Melihat korbannya tak berdaya, pelaku memuluskan aksinya dengan merampok uang tunai sekitar Rp 4 juta dan HP.
Dari rekaman CCTV, terduga pelaku mengenakan jaket dan celana hitam. Bagian wajah ditutup masker. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista