SIDOARJO - Selebgram asal Sidoarjo Safitri Anggraini Dewi diduga jadi korban kekerasan. Tindak kriminal itu diduga dilakukan oleh kekasihnya, yakni MA di Perum Kahuripan Nirwana Village, Desa Sumput, Kecamatan Sidoarjo pada November lalu.
Penganiayaan terhadap kekasihnya itu diduga dilakukan karena faktor cemburu.
Saat dikonfirmasi pada Rabu (20/19), Safitri yang memiliki akun Instagram vitri.pradana itu membenarkan tindakan tak terpuji yang diduga dilakukan kekasihnya itu. Dia mengaku menderita luka lebam di sekujur tubuh akibat pukulan tangan kosong yang dilakukan kekasihnya itu.
Menurut pemilik 23,1 ribu follower Instagram itu, terduga pelaku yang merupakan kekasihnya itu berasal dari Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Kejadian bermula pada Kamis (9/11). Perempuan 26 tahun tersebut mendapati MA clubbing bersama dengan wanita lain. Mendapati hal tersebut, korban berniat membalas seperti yang dilakukan kekasihnya itu.
"Akhirnya saya balas, saya keluar dengan teman cowok saya," katanya.
Justru hal tersebut yang menimbulkan salah paham bagi mereka berdua. Kekasih korban yang mengetahui hal tersebut, emosi dan marah dengan korban.
Selepas clubbing di Malang, terduga pelaku langsung menuju ke Sidoarjo untuk bertemu dengan korban. Pelaku mendatangi rumah Safitri yang ada di Perum Kahuripan Nirwana.
"Dia menunggu di depan pos satpam cluster saya. Saya kaget kok ada dia, setelah saya masuk portal, terlihat dari spion mobil bahwa dia membuntuti saya dari belakang," jelasnya.
Sesampainya di depan rumah, mereka berdua terlibat adu mulut.
"Cekcok sampai di dalam rumah. Saya dipukul sampai babak belur, dicekik, kepala saya dipukul pakai handphone, telinga saya digigit sekencang-kencangnya sampai berdarah, anting sampai lepas juga bengkok, badan saya didorong dengan keras sampai terbentur lemari sama ranjang tidur,” keluhnya.
Tak sampai disitu, penganiayaan terus berlanjut hingga menyebabkan korban pingsan sampai dua kali. Mengetahui korban pingsan, pelaku tidak menolongnya.
Justru, pelaku langsung kembali ke Malang dengan membawa bajunya yang ada di lemari. Setelah siuman, korban merasakan rasa sakit yang luar biasa di tubuhnya, akibat lebam di sekujur tubuh.
Atas kejadian yang menimpanya, korban langsung melaporkan ke Polresta Sidoarjo untuk ditindaklanjuti. Saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono membenarkan atas adanya kejadian penganiayaan di Perum Kahuripan Nirwana, Sidoarjo.
"Masih penyelidikan," jelasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista