SIDOARJO - Tragedi nahas menimpa dua pria di Sungai Brantas. Tepatnya di Dusun Cepiples, Desa Singogalih, Kecamatan Tarik. Mereka yang kehilangan nyawa adalah M. Ardiansyah, 20, dan Ramadhan Akbar, 21.
Kedua korban adalah warga Desa Singogalih, Kecamatan Tarik. Mereka ditemukan tak bernyawa Selasa (24/10) malam. Ardiansyah ditemukan sekitar pukul 18.50, sementara Akbar ditemukan sekitar pukul 21.15.
Menurut Handy Yanma, salah satu relawan yang bergabung dengan BPBD Sidoarjo dan Basarnas, kejadian tragis itu bermula saat kedua korban bersama tiga teman mereka, Faruq, Zydan, dan Anggit mencari ikan bersama di sungai sekitar pukul 16.30.
Pada waktu itu, Desa Singogalih sedang merayakan tradisi mencari ikan bersama-sama. Setelah berhasil mendapatkan sejumlah ikan, mereka berencana untuk memasak ikan tersebut di tepi sungai.
Handy menjelaskan,berdasarkan informasi yang diperoleh dari rekan-rekan korban, teman-teman yang berada di atas sungai mulai memanggil korban yang berada di bawah agar segera naik ke atas. Karena waktu terus berjalan dan hari semakin gelap.
Ardiansyah kemudian berusaha naik ke atas, tetapi nasib tragis menimpanya. Dia terpeleset dan kepalanya terbentur batu. Sehingga membuatnya tak sadarkan diri dan jatuh ke dalam sungai.
"Melihat temannya jatuh, Akbar berusaha menolongnya," tambahnya.
Akbar dengan cepat turun ke bawah sungai untuk membantu. Tetapi sayangnya, dia tidak mampu menarik Ardiansyah kembali ke atas. Karena arus sungai begitu deras, Akbar pun ikut terseret bersama Ardiansyah.
Teman-teman yang menyaksikan insiden itu segera melaporkannya kepada keluarga korban, yang kemudian melaporkannya kepada kepala desa, pihak kepolisian, dan tim SAR.
Setelah melakukan upaya pencarian yang intensif, Kepala BPBD Sidoarjo Dwidjo Prawito memastikan bahwa kedua korban, Ardiansyah dan Akbar, telah ditemukan.
"Iya, benar, kedua korban sudah ditemukan. Ardiansyah ditemukan sekitar pukul 18.50 dan Akbar ditemukan sekitar pukul 21.15," katanya.
Kedua korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di sekitar lokasi tenggelam awal. Jenazah mereka telah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman selanjutnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista