Korban, Ronaldo Bagus Wirya Aditama, 25, menceritakan, aksi pencurian terjadi sekitar pukul 07.30. Awalnya dia mengantar puluhan paket ke berbagai alamat tujuan. Salah satunya ke Jalan Raya Tlasih, Tulangan.
"Itu pengiriman paket pertama. Jadi saat itu berhenti di salah satu alamat pengiriman dan motor diparkir. Saya lalu bertransaksi," ujarnya, Senin (9/1).
Namun lantaran paket dibayar dengan sistem Cash On Delivery (COD), transaksi sedikit memakan waktu. Sebab saat itu, korban tak membawa uang kembalian. Nah, saat hendak kembali ke motor, tiba-tiba motor sudah tak ditempat.
Melihat kejadian tersebut, korban pun sempat bingung. Ronaldo lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Tulangan. Selain motor, ada 73 paket yang belum diantar ikut dibawa kabur pelaku. Di antaranya berupa HP, sepatu, buku, dan berbagai pakaian lainnya.
"Motornya Honda Beat bewarna hitam nopol N 5011 TCE. Jika ditotal nominal paket mencapai Rp 20 juta dan motor Rp sekitar 10 juta. Ya Rp 30 jutaan lah," imbuh warga Legok, Gempol, Pasuruan itu.
Sementara itu, pencurian motor tersebut juga terekam CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian. Terlihat ada dua pria yang datang mengendarai motor Honda Beat hitam. Salah satu pria tampak turun dari motor tersebut.
Sementara pria lainnya terlihat menunggu di atas motor. Usai berhasil menggondol motor korban, kedua pelaku meninggalkan lokasi beriringan. Kedua pelaku juga terlihat mengenakan topi. Meski begitu, pelat nomor motor pelaku tak begitu jelas.
Kanit Reskrim Polsek Tulangan Iptu Eko Budi Santoso membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban juga sudah datang ke Polsek Tulangan untuk melaporkan adanya pencurian itu.
"Orangnya (korban, Red) kami sarankan untuk mengambil BPKB sebagai bukti kepemilikan motor tersebut," ujar mantan Kanit Reskrim Polsek Tarik itu. (far/vga)
Editor : Vega Dwi Arista