Di Jalan depan Museum Mpu Tantular, Unit Resmob berhasil menangkap delapan pelaku pengeroyokan. Yaitu ASRP, 20, AAR, 20, AAM, 20, FD, 21, EP, 18, MF, 16, IDS, 17, dan LASPA, 16. Mereka nekat mengeroyok FAP, 16, dan FDS, 16, hingga mengalami luka-luka.
Akibat perbuatan para pelaku, korban FAP menderita memar di wajah dan robek pada kaki kiri diduga akibat benda tajam. Sedangkan korban FDS mengalami sakit pada bagian kepala belakang hingga pingsan di lokasi kejadian.
"Oleh para pelaku, korban ini ada yang dibacok menggunakan samurai, dipukul, ditendang, hingga menabrak korban mengunakan sepeda motor," ujar Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, Kamis (11/8).
Dari delapan pelaku, enam di antaranya merupakan anggota perguruan PSHT dan dua sisanya merupakan anggoa PSHW. Peristiwa itu dipicu aksi pengeroyokan terhadap ANF, 17, di Jalan Raya Ponti. ANF merupakan anggota PSHT.
Para pelaku menganggap bahwa ANF telah dikeroyok oleh anggota perguruan IKSP Kera Sakti di Jalan Raya Ponti. Mereka pun menyisir mencari anggota IKSP Kera Sakti dan menemukan dua korban di Jalan depan Museum Mpu Tantular.
Kedua korban tersebut diduga merupakan anggota IKSP Kera Sakti sehingga dikeroyok. "Padahal faktanya bukan, kedua korban itu adalah anggota PSHT," imbuhnya.
Sementara di TKP Jalan Raya Ponti, Unit Pidum berhasil meringkus empat orang pelaku pengeroyokan terhadap ANF. Yaitu MAFR, 19, AAP, 19, MDP, 17, dan ADP, 17. Keempatnya merupakan anggota IKSP Kera Sakti. Mereka mengeroyok ANF pada Minggu (7/8) sekitar pukul 02.00.
Motifnya pun karena dendam kesumat alias konflik antar perguruan. Dimana keempat pelaku tersebut beranggapan
bahwa ada konflik antara kelompok warga IKSPI Kera Sakti dengan PSH Teratai.
"Sehingga para pelaku saat melihat korban ANF mengenakan kaos berlogo PSH Teratai langsung melakukan pengeroyokan," beber Kusumo.
Peristiwa bermula saat ANF hendak menutup angkringannya. Dia kemudian didatangi sekelompok orang menggunakan 10 motor. Mereka mengeroyok korban menggunakan tangan kosong, ruyung dan sebilah bambu. Saat ditangkap, mereka kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit.
"Korban ANF menglami luka pada pelipis kanan, lengan tangan kanan dan punggung," jelasnya. (far/vga)
Editor : Vega Dwi Arista