Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Dwijo Prawito mengatakan, dampak kerusakan paling banyak di Kecamatan Waru. Rinciannya, 43 rumah di Desa Tambakrejo, 8 rumah di Medaeng serta 1 masjid dan 5 rumah warga di Desa Pepelegi.
Selain di Kecamatan Waru, angin kencang juga menerjang Kecamatan Taman. Akibatnya 1 rumah warga di Desa Wage rusak ringan. Desa Grinting Kecamatan Tulangan ada 1 bangunan sekolah dan 3 rumah rusak ringan. Serta di Desa Sedati Gede Kecamatan Sedati ada 3 warung milik warga yang rusak ringan.
Dwijo menjelaskan, pihaknya menerjunkan tim untuk melakukan pendataan. Petugas di lapangan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan yang terdampak untuk pendataan kerusakan dalam peristiwa tersebut.
“Sebagian besar kerusakan terjadi di bagian atap,” katanya.
Setelah dilakukan pendataan, selanjutnya BPBD ikut membantu warga memperbaiki bangunan. Sementara akan diberikan terpal untuk menutup atap bangunan yang rusak.
Dwijo mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada. Sebab hujan deras disertai angin kencang diperkirakan masih akan terjadi selama beberapa hari ke depan. Pihaknya memetakan 18 kecamatan merupakan daerah rawan bencana angin kencang atau puting beliung. Bencana ini bahkan tercatat terjadi setiap tahun, terutama pada musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke musim hujan. (nis/vga)
Editor : Vega Dwi Arista