Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sidoarjo, peristiwa itu terjadi pada Jumat (15/10) pagi. Awalnya terduga pelaku, Abd Fatah, 42, warga Desa Kraton Krian sedang menjenguk anaknya, Jibril, 11, di ruang VVIP Sakura rumah sakit tersebut.
Namun saat itu, Fatah melihat ada ceceran darah di lantai. Dia menduga jika darah itu merupakan darah anaknya akibat selang infus yang lepas ke lantai. Dia lalu memanggil perawat.
"Namun dari informasi yang kami terima, perawat yang ada saat itu sedang mengantar pasien ke ruangan yang lain," ujar Kapolsek Balongbendo, Kompol Ari Priambodo, Minggu (17/10).
Tak berselang lama, Akok Budi Risky datang ke ruangan tersebut. Dia langsung membetulkan selang infus yang terlepas. Namun saat sedang membetulkan selang infus itu, Fatah tiba-tiba memukul Akok dari belakang.
Sontak, Akok pun terjatuh dan tersungkur ke depan. Akibatnya dia mengalami memar hingga harus dirawat di rumah sakit tempatnya bekerja itu. Rekan kerja korban yang mengetahui hal itu langsung melapor ke Polsek Balongbendo.
"Korban yang juga perawat sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit itu. Namun kejadian itu dilaporkan oleh rekan korban ke Polsek," ujarnya.
Humas Rumah Sakit Anwar Medika, Nia, mengaku belum mengetahui pasti terkait kasus dugaan pemukulan itu. Sebab dirinya sedang berada di luar kota. "Saya belum paham mas, nanti kalau sudah ada laporan saya akan kabari," kata Nia saat dikonfirmasi. (far/vga) Editor : Vega Dwi Arista