Saat itu, Abi, 13, Zio, 9, Aldo, 13 dan Tara, 9, bermain di sungai kecil. Mereka kemudian memutuskan untuk pindah ke sungai yang cukup besar. Keempatnya pun mencoba mandi di sungai itu. Nahasnya, saat mandi, Aldo, Abi dan Zio langsung tenggelam.
Sementara Tara selamat lantaran bisa berenang. Sedangkan Aldo akhirnya bisa menepi ke sungai setelah sempat tak kuat mengapung. Saat tenggelam Aldo juga sempat dibantu Tara. Usai berada di pinggir sungai, Aldo nampak menangis.
"Aldo naik sendiri ke tepi kali. Sebelumnya dia tidak bisa naik dan sempat saya tolong tapi enggak bisa," ujar Tara kepada Radar Sidoarjo didampingi ayahnya, Iwan alias Bimo, 35.
Saat berhasil selamat, Aldo pun dijemput keluarganya. Tara yang melihat dua rekannya, Abi dan Zio tenggelam langsung berenang. Dia berusaha untuk menolong rekannya itu. Namun niat baiknya itu justru tak berbuah manis. Sebab siswa kelas II SD itu justru ikut tenggelam.
Beruntung, ada warga yang melihat Tara minta tolong di tengah sungai. Warga lalu menjulurkan jaring ikan untuk menolongnya. Tara akhirnya memegang kuat jaring yang dijulurkan warga ke tengah sungai itu hingga akhirnya bisa tertarik ke tepian.
"Tara kamu pegang erat, nanti kamu tenggelam," ujar Tara menirukan warga yang menjulurkan jaring.
Usai berada di tepi sungai dan selamat, dia yang masih basah kuyup itu langsung berlari ke warung di mana ayahnya, Bimo berada. Anak pertama dari dua bersaudara itu langsung melapor jika kedua rekan masih tenggelam. Bimo langsung berlari dan menceburkan diri ke sungai mencari teman Tara.
"Saya cari itu awalnya masuk ke sungai sendirian. Waktu itu arus bawah sungai deras dan kondisi air sungai juga sedang tinggi. Biasanya tidak seperti itu," kata Bimo.
Bahkan, dia sempat ikut tenggelam karena derasnya sungai. Tak hanya itu, Bimo pun tersangkut di lumpur. Karena tak bisa diangkat, dia pun menyelamkan kepalanya ke air lantas menarik kakinya. Siapa sangka di saat yang bersamaan ternyata korban Abi pun tertarik ke atas.
"Saya kira menginjak apa. Karena kaki juga berat saat diangkat. Ternyata yang saya injak bagian tubuh korban," ujar Bimo sembari mengenang insiden penyelamatan itu.
Dia lantas mengangkat jenazah Abi ke tepian dibantu warga. Warga juga sempat memberi napas buatan. Karena saat itu, Bimo merasa jika nadi Abi masih tersisa. Tak sampai lima menit kemudian, warga melihat korban Zio berada di dekat pintu air. Jaraknya sekitar 400 meter dari penemuan Abi.
Saat itu, warga hanya melihat bagian kepala Zio. Warga pun akhirnya mengangkat korban dan sudah dalam keadaan meninggal. Kedua korban meninggal itu lantas dibawa ke RS Arafah Anwar medika Sukodono.
"Banyak yang ikut bantu pencarian saat itu, mungkin 8-10 orang. Beruntung semua korban ditemukan dan anak saya selamat," jelas Bimo bersyukur.
Hingga siang kemarin, rumah duka kedua korban meninggal nampak sepi. Rupanya jenazah dibawa ke pemakaman setelah sebelumnya berada di rumah duka. (far/vga)
Editor : Vega Dwi Arista