Kanit Laka Lantas Polresta Sidoarjo AKP Sugeng Sulitiyono menuturkan, pihaknya saat ini masih terus melakukan penyelidikan terhadap sejumlah saksi. Termasuk orang yang bertugas di palang pintu kereta api. Apakah tak ada ada indikasi kelalaian atau tidak.
"Kereta itu kan melaju dari arah barat, maka kami juga akan periksa saksi-saksi. Termasuk yang ada di barat," katanya.
Menurut Sugeng, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap dua palang pintu di sisi barat. Apakah palang pintu di wilayah barat sebelumnya sudah menutup atau tidak. Sebab hal itu berpengaruh terhadap palang pintu di TKP.
Sehingga nantinya akan diketahui, apakah palang pintu di TKP tidak ditutup karena kelalaian, atau karena murni ada kerusakan. Di sisi lain pihaknya juga sedang menyiapkan kelengkapan administrasi penyelidikan (Mindik). "Jadi kami mohon waktu, kami juga sedang siapkan pasalnya," jelasnya.
Sebelumnya, kecelakaan kereta itu telah merenggut nyawa empat orang yang merupakan penumpang mobil Isuzu Panther L 1197 KA. Mereka merupakan masih dalam satu keluarga. Di antaranya Mahendra Wicaksono, 39, warga Jojoran 3A, Blok 2/2 B RT 14/RW 12 Desa Mojo Gubeng Kota Surabaya.
Selain itu istrinya Nina Pramudianasari, 38, serta anaknya Azam, 4. Mereka tewas di tempat setelah mobilnya terseret beberapa meter. Kemudian Abizal, 3, akhirnya juga harus meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RS Siti Khodijah Sepanjang Taman. "Korban luka-luka awalnya dua orang, sekarang satu meninggal dunia dan satu lainnya masih menjalani perawatan," jelasnya. (far/opi). Editor : Nofilawati Anisa