Rail Clinic KAI Layani 250 Warga dan Siswa di Stasiun Tanggulangin Sidoarjo

Suryanto • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 14:04 WIB
BERMANFAAT: Rail Clinic di Stasiun Tanggulangin mendapatkan banyak apresiasi.
BERMANFAAT: Rail Clinic di Stasiun Tanggulangin mendapatkan banyak apresiasi.

RADAR SIDOARJO - Suprapti, 49, tampak gembira. Warga yang tinggal di sekitar Stasiun Tanggulangin, Sidoarjo, itu akhirnya bisa memeriksakan kondisi giginya secara gratis.

Layanan kesehatan tersebut diberikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya melalui Rail Clinic di Stasiun Tanggulangin, Kamis (10/9).

Sejak pagi, Suprapti bersama warga lainnya memanfaatkan layanan tersebut untuk memeriksakan kesehatan. Dia memilih pemeriksaan gigi yang disediakan secara cuma-cuma oleh tim medis KAI.

Baca Juga: KAI Daop 8 Surabaya Intensifkan Pemantauan Jalur KA Dekat Tanggul di Porong Sidoarjo

“Senang sekali bisa periksa gigi gratis. Pelayanannya juga bagus, jadi tidak perlu jauh-jauh mencari tempat untuk pemeriksaan,” ujar Suprapti.

Tak hanya Suprapti, sekitar 250 warga dan siswa sekolah dasar di sekitar Stasiun Tanggulangin turut memanfaatkan layanan kesehatan tersebut. Kegiatan itu dikemas melalui program Rail Clinic dan Rail Library.

Baca Juga: DPRD Sidoarjo Ingatkan Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Jangan Timpang, Libatkan PT KAI hingga Perusahaan

Beragam layanan kesehatan disediakan, mulai pemeriksaan kesehatan umum, gigi, mata, kebidanan dan USG, pemeriksaan laboratorium, hingga pemberian obat-obatan secara gratis.

Manager Kesehatan KAI Daop 8 Surabaya dr Wendi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional KAI.

Baca Juga: HUT ke-80, Stasiun Tulangan Sidoarjo Jadi Pusat Perayaan KAI Daop 8, Ada Fashion Show

“Bagi kami, keberadaan KAI bukan hanya tentang mengantarkan masyarakat dari satu tempat ke tempat lainnya. Kami juga ingin hadir memberikan manfaat langsung melalui layanan kesehatan, pendidikan, literasi, dan keselamatan,” kata Wendi di dalam kereta Rail Clinic, Kamis (10/9).

Menurut dia, kehadiran Rail Clinic diharapkan dapat mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar jalur kereta api dan memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Lahan Aset PT KAI di Stasiun Sidoarjo Akan Dieksekusi, Ini Jadwalnya

“Yang kami dorong bukan hanya masyarakat datang berobat ketika sakit, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan sejak dini,” ujarnya.

Untuk mendukung pelayanan tersebut, KAI Daop 8 Surabaya menerjunkan sejumlah tenaga kesehatan. Mereka terdiri atas dua dokter umum, dua dokter gigi, satu dokter kandungan, 10 paramedis, dua apoteker, dua analis, serta dua refraksionis optisien.

Selain pemeriksaan kesehatan, warga dan siswa juga mendapatkan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit, serta keselamatan dan keamanan di sekitar jalur kereta api.

Kegiatan semakin menarik bagi para siswa karena KAI turut menghadirkan Rail Library. Fasilitas tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk membaca berbagai koleksi buku, mulai cerita anak, buku pengetahuan, ensiklopedia, hingga materi pembelajaran.

Rail Library juga dilengkapi e-Library berupa monitor layar sentuh yang menyediakan koleksi bacaan digital dan video edukatif.

“Anak-anak membutuhkan ruang untuk belajar dan bereksplorasi. Karena itu, kami ingin menghadirkan pengalaman yang berbeda melalui Rail Library,” jelas Wendi.

Dalam kegiatan tersebut, KAI juga menyalurkan sejumlah bantuan. Sebanyak 50 kacamata diberikan kepada siswa SD Negeri Sugihwaras dan SD Negeri Kalisampurno 3 Tanggulangin.

Selain itu, KAI membagikan 50 paket oral hygiene, 50 tas sekolah, dan peralatan olahraga. Sementara itu, sebanyak 15 paket gizi diberikan kepada ibu hamil sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak.

Wendi menjelaskan, kegiatan Rail Clinic dan Rail Library merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 KAI yang jatuh pada 28 September 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) KAI.

“Kami ingin setiap program yang kami hadirkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Kesehatan, pendidikan, literasi, dan keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional KAI Daop 8 Surabaya,” ungkapnya.

KAI Daop 8 Surabaya, lanjut Wendi, akan terus mengembangkan berbagai program sosial yang tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup dan kemandirian masyarakat.

“Kereta api memang menjadi sarana mobilitas, tetapi di balik perjalanan itu ada semangat untuk terus menghubungkan dan memberikan manfaat. Melalui Rail Clinic, Rail Library, dan berbagai program lainnya, kami ingin KAI semakin dekat dengan masyarakat,” pungkasnya. (sur/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
kai klinik Kereta Api Kesehatan stasiun