Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPJS Kesehatan Ajak Peserta untuk Memanfaatkan Fitur Mobile JKN

V
Penulis: Vega Dwi Arista❯
EFEKTIF: Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pasti sudah familiar dengan aplikasi Mobile JKN, yakni layanan digital resmi dari BPJS Kesehatan yang memudahkan peserta mengakses layanan administrasi dan kesehatan secara online lewat ponsel.
EFEKTIF: Aplikasi Mobile JKN, yakni layanan digital resmi dari BPJS Kesehatan yang memudahkan peserta mengakses layanan administrasi dan kesehatan secara online lewat ponsel.

Advertisement

RADAR SIDOARJO - Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pasti sudah familiar dengan aplikasi Mobile JKN, yakni layanan digital resmi dari BPJS Kesehatan yang memudahkan peserta mengakses layanan administrasi dan kesehatan secara online lewat ponsel.

Aplikasi tersebut juga telah dilengkapi dengan fitur-fitur yang bermanfaat bagi peserta JKN, yakni fitur ubah data, ambil antrean, skrining riwayat kesehatan, pengaduan, informasi ketersediaan tempat tidur rumah sakit, jadwal tindakan operasi, jadwal BPJS Keliling, hingga layanan Voice Over Internet Protocol (VoIP) untuk menghubungi Care Center 165 tanpa biaya pulsa.

Advertisement

Kepala Cabang BPJS Kesehatan, Munaqib, mengatakan bahwa pemanfaatan fitur-fitur Mobile JKN dapat membantu peserta memperoleh layanan kesehatan yang lebih praktis dan efisien.

“Mobile JKN sebenarnya sudah dilengkapi fitur yang dirancang untuk memudahkan peserta. Namun, peserta JKN juga perlu tahu fitur bermanfaat lainnya yang ada di Mobile JKN, yaitu informasi ketersediaan tempat tidur rumah sakit, jadwal tindakan operasi, jadwal BPJS Keliling, hingga layanan Voice Over Internet Protocol (VoIP) untuk menghubungi Care Center 165 tanpa biaya pulsa yang bisa dimanfaatkan kapanpun dan dimanapun,” ungkap Munaqib, Jumat (04/09).

Advertisement

Munaqib menjelaskan, fitur informasi ketersediaan tempat tidur rumah sakit memungkinkan peserta melihat jumlah kamar rawat inap yang kosong di rumah sakit terdekat secara real time. Sebab, data yang tersedia terhubung langsung dengan sistem rumah sakit sehingga peserta JKN dapat memantau ketersediaan kamar tanpa harus datang langsung ke rumah sakit.

“Fitur ini diperuntukkan bagi peserta yang membutuhkan rawat inap segera. Peserta cukup membuka aplikasi untuk melihat ketersediaan kamar di rumah sakit terdekat, sehingga proses pencarian lebih mudah dan praktis,” tutur Munaqib.

Tidak hanya itu, peserta yang direncanakan menjalani operasi juga dapat memanfaatkan fitur informasi jadwal tindakan operasi untuk mengetahui kepastian waktu, nama rumah sakit dan jenis pelayanan atau Staf Medis Fungsional untuk tindakan operasi secara transparan.

“Adanya fitur untuk mengetahui kepastian tanggal operasi ini supaya peserta dan keluarga dapat mempersiapkan segala kebutuhan terkait operasi ataupun administrasi dengan lebih terencana,” jelas Munaqib.

Bagi peserta yang ingin bertemu langsung dengan petugas BPJS Kesehatan, Munaqib menyarankan untuk memanfaatkan fitur informasi jadwal layanan BPJS Keliling. Peserta bisa mengecek jadwal dan lokasi layanan BPJS Keliling terdekat melalui aplikasi, sehingga urusan kepesertaan dapat diselesaikan lebih dekat dengan tempat tinggal. Umumnya, mobil layanan keliling beroperasi pada hari kerja mulai pukul 09.00 – 12.00 waktu setempat.

Terakhir, Munaqib mengimbau peserta yang membutuhkan informasi ataupun ingin menyampaikan pengaduan agar memanfaatkan layanan Voice Over Internet Protocol (VoIP) untuk menghubungi Care Center 165 secara gratis, hanya perlu koneksi internet.

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo

Artikel Terkait

Data Pelajar Terjangkit HIV di Sidoarjo Diluruskan, Dinkes: Bukan 522 Kasus, Hanya 60 Sejak 2001

Data Pelajar Terjangkit HIV di Sidoarjo Diluruskan, Dinkes: Bukan 522 Kasus, Hanya 60 Sejak 2001

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo meluruskan informasi yang beredar terkait jumlah pelajar yang hidup dengan HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo. Angka 522 pelajar yang disebut terjangkit HIV dipastikan tidak benar.

Dinkes Sidoarjo: Kelompok LSL Miliki Risiko Tertinggi Penularan HIV/AIDS

Dinkes Sidoarjo: Kelompok LSL Miliki Risiko Tertinggi Penularan HIV/AIDS

Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo yang mencapai 7.129 kasus per April 2026 menjadi perhatian serius. Kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo untuk terus meningkatkan edukasi

Catat, Layanan Ini Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Catat, Layanan Ini Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Beberapa layanan memiliki mekanisme penjaminan melalui lembaga lain sesuai kewenangan dan bidang pelayanan masing-masing, seperti kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas, serta layanan tertentu yang berada di luar

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer