RADAR SIDOARJO - Setiap harinya, jutaan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di seluruh Indonesia memanfaatkan layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan rutin hingga penanganan darurat.
Tingginya angka pemanfaatan ini menjadi bukti bahwa Program JKN semakin dipercaya masyarakat sebagai jaminan kesehatan yang dapat diandalkan kapan saja.
Baca Juga: Apresiasi untuk Badan Usaha Patuh, BPJS Kesehatan Sidoarjo Dorong Semangat Satya JKN 2026
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib, mengatakan agar manfaat Program JKN dapat dirasakan secara maksimal, peserta perlu memahami beberapa hal mendasar sebelum mengakses layanan kesehatan.
“Program JKN dirancang untuk memberikan kemudahan bagi seluruh peserta dalam mengakses layanan kesehatan. Agar manfaat ini bisa dirasakan secara maksimal, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami peserta sebelum berobat,” ujar Munaqib, Selasa (1/9).
Baca Juga: Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Didorong Jadi Jurus Tekan Kemiskinan
Bagi Munaqib, hal pertama yang perlu diperhatikan peserta adalah memastikan status kepesertaan tetap aktif. Ia menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan telah menghadirkan sejumlah kemudahan agar peserta, khususnya dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri, dapat menjaga keaktifan kepesertaannya dengan lebih praktis.
“Kami mengimbau peserta mandiri untuk membayar iuran tepat waktu, paling lambat tanggal 10 setiap bulan. Untuk memudahkan peserta, BPJS Kesehatan juga menyediakan fitur autodebit sehingga iuran dapat terpotong secara otomatis dari rekening bank yang telah didaftarkan. Peserta juga tetap dapat mengecek mutasi rekening secara berkala agar semakin yakin proses pendebetan berjalan lancar,” terang Munaqib.
Baca Juga: 42.210 Pekerja Rentan Sidoarjo Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Selain melalui autodebit, Munaqib menyebut peserta juga dapat dengan mudah memantau status kepesertaannya melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165 maupun Care Center 165 yang siap melayani selama 24 jam.
Hal kedua yang tidak kalah penting, lanjut Munaqib, adalah memahami alur pelayanan kesehatan yang berjenjang, yang dirancang agar setiap peserta memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medisnya secara tepat.
Baca Juga: Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa, BPJS Kesehatan Sidoarjo Gelar BPJS Goes to Campus
“Program JKN menerapkan sistem rujukan berjenjang, yang artinya peserta terlebih dahulu memperoleh pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas, klinik pratama, atau dokter praktik mandiri. Apabila berdasarkan indikasi medis peserta memerlukan penanganan lebih lanjut, dokter FKTP akan memberikan surat rujukan ke rumah sakit. Sistem ini memastikan setiap peserta ditangani sesuai jenjang kebutuhan medisnya,” jelas Munaqib.
Baca Juga: Perkuat Sinergi, BPJS Kesehatan dan Kejari Sidoarjo Perpanjang Perjanjian Kerja Sama
Dia menambahkan, khusus untuk kondisi gawat darurat, peserta dapat langsung mengakses Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat tanpa perlu membawa surat rujukan terlebih dahulu.
“Kondisi gawat darurat yang dimaksud meliputi keadaan yang dapat mengancam nyawa, seperti gangguan jalan napas, gangguan pernapasan, gangguan sirkulasi, penurunan kesadaran, hingga kondisi darurat medis lainnya. Ini merupakan bentuk komitmen Program JKN agar peserta tetap memperoleh penanganan cepat sesuai kebutuhan medisnya,” tutur Munaqib.
Hal ketiga yang turut mendukung kelancaran proses berobat adalah kesabaran peserta dalam mengikuti setiap tahapan pelayanan. Munaqib menjelaskan bahwa hal ini merupakan bentuk kerja sama antara peserta dan fasilitas kesehatan demi terciptanya pelayanan yang tertib bagi semua pihak.
“Setiap harinya, jutaan peserta JKN memanfaatkan layanan kesehatan di seluruh Indonesia. Dengan mengikuti prosedur serta antrean yang berlaku, peserta turut membantu menciptakan proses pelayanan yang lebih tertib dan nyaman bagi semua orang. Apabila membutuhkan bantuan selama proses pelayanan, peserta juga dapat menghubungi petugas BPJS SATU atau petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) yang tersedia di rumah sakit,” ungkapnya.
Dari penjelasan tersebut, Munaqib menegaskan bahwa terdapat tiga kunci utama yang dapat membantu peserta merasakan manfaat JKN secara optimal, yaitu memastikan status kepesertaan tetap aktif, memahami alur pelayanan yang berlaku serta bersabar mengikuti setiap tahapan pelayanan.
“Mari bersama-sama memastikan status kepesertaan tetap aktif, memahami alur pelayanan yang berlaku serta bersabar mengikuti setiap tahapan proses. Dengan begitu, peserta JKN dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal dan Program JKN pun dapat terus memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo