
RADAR SIDOARJO - Tongkat estafet kepemimpinan Perumda Delta Tirta Sidoarjo resmi berganti. Tiga direksi baru dilantik di Pendapa Delta Wibawa, Kamis (3/9), dengan beban besar meningkatkan kualitas layanan air bersih sekaligus membenahi sejumlah persoalan yang masih membelit perusahaan daerah tersebut.
Ketiga direksi baru itu adalah Luhur Pambudi Mulyono, S.T., M.M. sebagai Direktur Utama, Dr. Widyo Nugroho, S.T., M.M.T. sebagai Direktur Operasional, serta Rivelino Rizky Muchtar, S.Pi., M.M. sebagai Direktur Pelayanan.
Pelantikan tersebut menjadi awal bagi jajaran direksi baru untuk langsung bekerja mengejar sejumlah target kinerja yang telah dituangkan dalam perjanjian kinerja bersama Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Target utama yang menjadi sorotan adalah menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), memperluas cakupan pelayanan, serta meningkatkan kinerja perusahaan.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Fenny Apridawati mengatakan, tiga direksi tersebut terpilih setelah melalui proses seleksi yang ketat dan profesional.
Tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) serta tes potensi teknis melibatkan asesor dari Mabes Polri dan kalangan akademisi dari Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta STESIA.
Menurut Fenny, seluruh direksi terpilih juga telah menandatangani pakta integritas dan perjanjian kinerja bersama KPM. Mereka menyatakan siap menjalankan target yang telah ditetapkan dan menerima evaluasi atas kinerjanya.
"Direksi yang dilantik ini luar biasa semangatnya. Kami menantang, jika dalam waktu satu tahun tidak mencapai target kinerja yang telah ditandatangani bersama KPM, mereka bersedia untuk mundur," ujar Fenny.
Ia menyebut jajaran direksi baru memiliki sejumlah pekerjaan rumah besar. Mulai dari menekan NRW atau tingkat kehilangan air, memperluas jaringan sambungan rumah tangga, hingga menata kerja sama dengan pihak ketiga.
Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman mengatakan, kualitas pelayanan menjadi salah satu fokus utama Pemkab Sidoarjo terhadap jajaran direksi baru.



