Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Sulap Lorong Kosong Jadi Perpustakaan, Rutan Medaeng Sidoarjo Dorong Literasi Warga Binaan lewat 300 Buku

Diky Putra Sansiri • Rabu, 8 Juli 2026 | 05:19 WIB
LITERASI: Warga binaan bersama Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo membaca buku di perpustakaan rutan sebagai bagian dari program pembinaan. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
LITERASI: Warga binaan bersama Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo membaca buku di perpustakaan rutan sebagai bagian dari program pembinaan. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Sebuah lorong sempit yang sebelumnya tak dimanfaatkan di samping gereja Rutan Kelas I Surabaya atau Rutan Medaeng Sidoarjo kini berubah menjadi ruang penuh ilmu. 

Berbekal 300 eksemplar buku bantuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sidoarjo, Rutan Medaeng menghadirkan perpustakaan sebagai sarana meningkatkan literasi sekaligus memperkuat pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

Baca Juga: Warga Binaan Rutan Perempuan Porong Sidoarjo Melahirkan Bayi Laki-Laki, Begini Kondisinya

Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo mengatakan, perpustakaan tersebut menjadi pelengkap program pembinaan yang selama ini telah berjalan, baik pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian. 

Meski memanfaatkan ruang yang terbatas, fasilitas itu diharapkan mampu menjadi tempat belajar sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca di lingkungan rutan.

Baca Juga: Kunjungi Pacar di Rutan Medaeng Sidoarjo, Perempuan Sembunyikan Sabu di Kotak Susu

"Perpustakaan ini merupakan salah satu bentuk program pembinaan kepribadian, di samping pembinaan kemandirian yang sudah ada. Tujuannya untuk meningkatkan literasi warga binaan. Kami memanfaatkan ruang yang tersedia agar tetap dapat menghadirkan fasilitas pembelajaran bagi warga binaan," ujar Tristiantoro, Selasa (7/7).

Untuk menghadirkan koleksi awal, pihak rutan berkoordinasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Sidoarjo. 

Baca Juga: Overkapasitas, Rutan Medaeng Sidoarjo Pindahkan 260 Napi ke Sejumlah Lapas

Hasilnya, sebanyak 300 eksemplar buku diserahkan untuk mengisi rak-rak perpustakaan yang baru diresmikan tersebut.

Menurut Tristiantoro, keberadaan perpustakaan mendapat sambutan positif dari warga binaan. Mereka memanfaatkan fasilitas itu untuk membaca dan menambah wawasan selama menjalani masa pembinaan.

Baca Juga: Razia Gabungan, Petugas Temukan Benda Terlarang di Rutan Medaeng Sidoarjo

"Walaupun memanfaatkan ruang yang minimalis, mudah-mudahan keberadaan perpustakaan ini bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan warga binaan. Alhamdulillah, sejauh ini mereka merespons sangat positif," katanya.

Baca Juga: Razia Blok Rutan Medaeng Sidoarjo, Petugas Temukan Barang Mengejutkan

Menariknya, perpustakaan tidak hanya difungsikan sebagai sarana pembelajaran. Rutan juga menjadikannya bagian dari penerapan sanksi edukatif bagi warga binaan yang melanggar tata tertib.

Selain tetap menjalankan sanksi disiplin sesuai ketentuan, seperti penempatan di strap sel, warga binaan yang melakukan pelanggaran diwajibkan membaca buku di perpustakaan.

"Kami memiliki kebijakan bagi warga binaan yang melanggar tata tertib. Di samping sanksi disiplin resmi seperti strap sel yang memang sudah sesuai ketentuan, kami memberikan sanksi tambahan berupa kewajiban membaca buku di perpustakaan ini," jelasnya.

Usai membaca, warga binaan tidak langsung selesai menjalankan kewajibannya. Mereka harus membuat rangkuman atau esai dari buku yang telah dibaca sebagai bentuk pemahaman terhadap materi bacaan.

"Tujuannya agar mereka bisa memahami dan mengerti apa yang mereka baca, sehingga ada nilai manfaat yang mereka bawa," imbuh Tristiantoro.

Ke depan, Rutan Kelas I Surabaya akan terus mengembangkan perpustakaan tersebut dengan menambah koleksi buku agar semakin banyak pilihan bacaan yang dapat dimanfaatkan warga binaan.

"Ke depan, rencana kami pastinya adalah terus menambah koleksi buku karena kami sangat membutuhkan buku-buku yang bisa menambah wawasan warga binaan," pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#perpustakaan #Warga Binaan #Rutan #Medaeng #Literasi