Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program JKN Makin Kuat, Jadi Fondasi Mencetak SDM Sehat Menuju Indonesia Hebat

V
Penulis: Vega Dwi Arista❯
BERMANFAAT: Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (2/7).
BERMANFAAT: Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (2/7).

Advertisement

RADAR SIDOARJO – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Memasuki lebih dari satu dekade penyelenggaraannya, Program JKN tidak hanya memperluas akses layanan kesehatan, tetapi juga menjaga keberlanjutan program melalui tata kelola yang baik, kondisi keuangan yang sehat, serta inovasi layanan yang semakin mudah diakses masyarakat.

Advertisement

Capaian tersebut dipaparkan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (2/7). Kegiatan ini menjadi bentuk pertanggungjawaban sekaligus transparansi BPJS Kesehatan kepada publik atas penyelenggaraan Program JKN sepanjang 2025.

"Program JKN bukan sekadar memberikan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya SDM Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Ketika masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa terbebani biaya yang besar, mereka dapat terus berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa," ujar Pujo.

Advertisement

Hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia. Tingginya cakupan kepesertaan tersebut diikuti peningkatan pemanfaatan layanan kesehatan yang sepanjang 2025 mencapai lebih dari 725,3 juta kunjungan, atau rata-rata lebih dari 1,9 juta layanan setiap hari.

"Angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN sekaligus menunjukkan layanan kesehatan semakin mudah diakses oleh peserta di seluruh Indonesia," katanya.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, BPJS Kesehatan terus memperkuat transformasi digital melalui berbagai kanal, seperti aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA), dan Care Center 165. Kemudahan tersebut juga didukung jaringan 23.770 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.194 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), serta 6.190 fasilitas kesehatan penunjang yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.

Di sisi keuangan, Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan juga tetap terjaga. Hingga akhir 2025, aset bersih DJS Kesehatan mencapai Rp30,04 triliun atau setara dengan kemampuan membayar klaim selama 1,88 bulan sesuai ketentuan. Sementara itu, hasil investasi DJS Kesehatan tercatat sebesar Rp 3,94 triliun.

Pujo menambahkan, BPJS Kesehatan juga kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTP) dari Kantor Akuntan Publik untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Berbagai indikator tata kelola organisasi juga menunjukkan hasil yang positif, mulai dari skor tata kelola organisasi, Governance, Risk and Compliance (GRC), Baldrige Excellence Framework (BEF), hingga Survei Penilaian Integritas yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tak hanya berdampak pada sektor kesehatan, Program JKN juga memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Program JKN berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp129 triliun, menciptakan sekitar 3,5 juta lapangan kerja, serta memberikan efek berganda pada sektor jasa kesehatan, industri makanan dan minuman, hingga layanan sosial.

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo

Artikel Terkait

Dinkes Sidoarjo: Kelompok LSL Miliki Risiko Tertinggi Penularan HIV/AIDS

Dinkes Sidoarjo: Kelompok LSL Miliki Risiko Tertinggi Penularan HIV/AIDS

Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo yang mencapai 7.129 kasus per April 2026 menjadi perhatian serius. Kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo untuk terus meningkatkan edukasi

Hari Pertama Menjabat, Kapolresta Sidoarjo Turun Atur Lalu Lintas

Hari Pertama Menjabat, Kapolresta Sidoarjo Turun Atur Lalu Lintas

Mengawali hari pertama bertugas, Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby Adimas Condroputra turun langsung ke jalan untuk melayani masyarakat melalui program Pagi Melayani, Senin (19/10). Ia ikut mengatur arus lalu lintas

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

BPJS Kesehatan mendorong transformasi layanan jantung pada Program JKN melalui pendekatan Value-Based Health Care.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer