RADAR SIDOARJO - Kecamatan Wonoayu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam upaya pemberantasan narkoba.
Tingginya angka penyalahgunaan narkotika yang menempatkan Wonoayu sebagai wilayah dengan kasus tertinggi kedua di Kabupaten Sidoarjo mendorong Bupati Sidoarjo Subandi mengajak masyarakat ikut menjadi garda terdepan dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Baca Juga: Tiga Pegawai Lapas Porong Sidoarjo Terima Penghargaan karena Gagalkan Penyelundupan Narkoba
Ajakan tersebut disampaikan Subandi saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta Jalan Sehat Anti Narkoba dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Lapangan Desa Wonokalang, Kecamatan Wonoayu, Minggu (5/7).
Menurut Subandi, perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Peran keluarga, lingkungan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam melakukan pencegahan, termasuk melalui deteksi dini terhadap perilaku mencurigakan di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Empat Napi Kasus Narkoba di Lapas Porong Sidoarjo Dapat Remisi Nyepi 2026
"Mari kita mulai dari keluarga, kemudian lingkungan, RT, RW, hingga desa. Saya yakin apabila semangat kebersamaan ini terus dijalankan, kita bisa melindungi generasi muda dan mewujudkan Sidoarjo yang bebas dari narkoba," tegasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan program P4GN hanya dapat tercapai jika seluruh elemen masyarakat terlibat aktif, mulai dari keluarga, pemerintah desa, hingga pemerintah daerah.
Baca Juga: Lempar Narkoba dan HP dari Luar Tembok Lapas Porong Sidoarjo, Pelaku Diamankan
"Narkoba adalah musuh nyata yang merusak masa depan bangsa. Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Kita semua harus bergerak bersama mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," ujarnya.
Subandi mengungkapkan, posisi Wonoayu sebagai kecamatan dengan kasus narkoba tertinggi kedua di Kabupaten Sidoarjo menjadi alarm bagi semua pihak untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dari lingkungan terkecil.
Baca Juga: Komitmen Bebas Narkoba, Lapas Sidoarjo Tes Urine Seluruh Pegawai
Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi sinergi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sidoarjo yang terus mengedukasi masyarakat mengenai bahaya narkoba.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya menyampaikan apresiasi kepada BNN Kabupaten Sidoarjo yang telah bersinergi dengan Bakesbangpol dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Ini merupakan langkah nyata kita bersama untuk melindungi masyarakat Sidoarjo dari bahaya narkoba," katanya.
Menurut Subandi, jalan sehat yang digelar bukan sekadar kegiatan olahraga bersama, melainkan simbol komitmen masyarakat dalam menyatakan perang terhadap narkoba.
"Kegiatan jalan sehat pagi ini bukan sekadar olahraga massal. Ini adalah simbol perlawanan dan ketegasan warga Sidoarjo terhadap narkoba. Kita ingin menunjukkan bahwa masyarakat Sidoarjo adalah masyarakat yang sehat fisiknya, bersih pikirannya, dan menolak keras penyalahgunaan narkoba," ucapnya.
Di akhir sambutannya, Subandi mengajak seluruh masyarakat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sekitar. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba hanya dapat dicegah jika seluruh lapisan masyarakat berani peduli dan bertindak sejak dini. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista