RADAR SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo segera merealisasikan program angkutan sekolah gratis. Sebanyak lima unit bus berkapasitas 30 penumpang kini memasuki tahap pengadaan dan ditargetkan segera beroperasi untuk melayani para pelajar.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo Budi Basuki mengatakan, armada tersebut disiapkan untuk memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan gratis bagi siswa saat berangkat maupun pulang sekolah.
Baca Juga: Demi Biaya Sekolah Anak, Kernet Bus di Sidoarjo Nekat Curi Brankas
"Bus sekolah saat ini masih dalam proses pengadaan. Nantinya akan tersedia lima unit bus dengan kapasitas masing-masing 30 tempat duduk untuk melayani angkutan sekolah gratis," ujar Budi Basuki, Senin (6/7).
Pada tahap awal, Dishub menyiapkan lima koridor yang memiliki mobilitas pelajar cukup tinggi. Jalur tersebut meliputi Waru–Candi, Candi–Waru, serta rute dari Porong, Wonoayu, dan Krian menuju pusat Kota Sidoarjo.
Baca Juga: Lima Bus Sekolah Gratis Bakal Beroperasi di Sidoarjo, Ini Jadwal dan Rutenya
Menurut Budi, seluruh rute telah disusun berdasarkan pemetaan kebutuhan di lapangan. Dishub menentukan titik naik dan turun penumpang, lokasi halte, serta menghitung waktu tempuh di setiap koridor agar para pelajar dapat tiba di sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
"Jam tempuh sudah kami hitung, mulai dari titik keberangkatan hingga halte berikutnya. Dengan begitu, anak-anak bisa menyesuaikan waktu keberangkatan sehingga tidak terlambat masuk sekolah," katanya.
Baca Juga: Bus Sekolah Gratis di Sidoarjo Siap Jalan Tahun Depan, Ini Rutenya
Bus sekolah gratis itu direncanakan mulai beroperasi setiap hari sekolah sejak pukul 05.30 WIB. Layanan diprioritaskan bagi pelajar jenjang SMP dan SMA karena umumnya memiliki jarak tempuh yang lebih jauh menuju sekolah.
Sementara itu, siswa SD belum menjadi sasaran program. Pasalnya, sebagian besar sekolah dasar berada di sekitar lingkungan tempat tinggal siswa sehingga masih mudah dijangkau.
Program bus sekolah gratis ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pelajar terhadap kendaraan pribadi, meningkatkan keselamatan perjalanan menuju sekolah, sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas pada jam berangkat dan pulang sekolah. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista