Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Dinsos Sidoarjo Akan Mediasi Anak dengan  Lansia di Sukodono yang Mengaku Ditelantarkan

Diky Putra Sansiri • Sabtu, 4 Juli 2026 | 08:46 WIB
BERCERITA: Mustofa (kiri) dan Kepala UPT PP-REHSOS (Liponsos) Dinsos Kabupaten Sidoarjo Kristian Yudi Arianto saat ditemui di Liponsos Sidoarjo, Kamis (2/7) petang. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
BERCERITA: Mustofa (kiri) dan Kepala UPT PP-REHSOS (Liponsos) Dinsos Kabupaten Sidoarjo Kristian Yudi Arianto saat ditemui di Liponsos Sidoarjo, Kamis (2/7) petang. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Kisah pilu yang dialami Mustofa, 71, lansia penyintas stroke yang hidup seorang diri di kamar kos sederhana di Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, akhirnya mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. 

Setelah setahun hidup dalam kondisi memprihatinkan dan diduga ditelantarkan anak serta menantunya, Mustofa dievakuasi oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sidoarjo menuju Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) untuk mendapatkan perawatan yang layak.

Baca Juga: Mengaku Ditelantarkan Anak dan Menantu di Kos Sukodono Sidoarjo, Lansia 71 Tahun Bertahan Hidup dari Belas Kasih Tetangga

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Kabid Rehsos Dinsos) Kabupaten Sidoarjo Diana Ambarukmi mengatakan, langkah selanjutnya adalah memanggil anak Mustofa untuk dilakukan mediasi. Dinsos berharap keluarga bersedia kembali menjalankan tanggung jawab merawat orang tua mereka.

"Jadi kami berharap anaknya dan menantunya bertanggung jawab hadir ke sini untuk kami lakukan mediasi. Kalau memang nanti keluarga benar-benar mau lepas tangan, kami minta membuat surat pernyataan, sehingga pada saat beliau sakit sampai meninggal dunia, kami yang akan mengurusnya," ujar Diana, Jumat (3/7).

Baca Juga: Lansia Ditemukan Meninggal di Gubuk Krengseng Krian Sidoarjo

Menurut Diana, Mustofa bukan termasuk orang tanpa identitas. Karena itu, Dinsos akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan verifikasi data kependudukan melalui biometrik. Sebab, KTP Mustofa masih dibawa oleh anaknya.

Baca Juga: Enam Napi Lansia Lapas Porong Sidoarjo Dapat Remisi Kemanusiaan, Usia Tertua 83 Tahun

"Beliau bukan Mr X. Nanti kami lakukan biometrik dulu dengan Dispendukcapil karena KTP-nya dibawa sama anaknya," jelasnya.

Diana mengungkapkan, informasi mengenai Mustofa pertama kali diterimanya saat mendengarkan siaran radio dalam perjalanan pulang dari kegiatan penyerahan anak asuh panti asuhan di Juanda.

Baca Juga: Satpas Polresta Sidoarjo Prioritaskan Layanan bagi Lansia dan Disabilitas

Mendengar kabar adanya lansia terlantar di Sidoarjo, ia langsung menghubungi pihak radio untuk mencari keberadaan Mustofa.

Setelah memperoleh nomor telepon, Diana terus berkomunikasi dengan Mustofa hingga akhirnya mendapatkan lokasi tempat tinggalnya melalui fitur berbagi lokasi (share location).

Baca Juga: Premier Place Hotel Surabaya Airport di Sidoarjo Gelar CSR Ramadan Bersama Lansia di Griya Wreda

"Kami langsung ke sana. Beliau tinggal di satu kamar kos kecil. Begitu kami datang, beliau langsung menangis. Kami juga langsung menghubungi penyedia makanan lansia di wilayah Sukodono agar beliau bisa segera makan karena saat itu belum makan," tuturnya.

Diana mengatakan, awalnya Mustofa disuapi karena kondisinya masih lemah. Namun setelah beberapa suapan, lansia tersebut mampu makan sendiri sambil menunggu ambulans datang untuk proses evakuasi menuju Liponsos.

Lebih lanjut, Diana menyebut kasus penelantaran Mustofa sebenarnya bukan persoalan baru. Sekitar satu tahun lalu, laporan serupa pernah diterima dan telah ditindaklanjuti bersama pemerintah desa dengan memanggil pihak keluarga. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

"Kasus ini sebenarnya sudah lama. Satu tahun lalu sudah ada laporan. Waktu itu sudah pernah bertemu anaknya bersama perwakilan desa, tetapi ternyata orang tuanya tetap tidak dirawat," ungkapnya.

Selama hidup di kamar kos, kebutuhan makan Mustofa lebih banyak bergantung pada kepedulian tetangga dan warga sekitar yang kerap memberikan makanan.

Kini, selama berada di Liponsos, seluruh kebutuhan hidup Mustofa akan ditanggung pemerintah daerah. Dinsos memastikan lansia tersebut akan memperoleh tempat tinggal, makanan tiga kali sehari, hingga pendampingan selama menjalani masa tua.

"Kalau memang nanti keluarganya benar-benar tidak mau merawat, kami yang akan mengurus beliau sampai akhir hayat. Beliau tetap warga Sidoarjo, sehingga menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sidoarjo," tegas Diana.

Diketahui, Mustofa merupakan warga ber-KTP Kabupaten Sidoarjo yang sebelumnya mengaku ditinggalkan anak dan menantunya tanpa pernah dijenguk maupun diberi nafkah. Dalam kondisi terserang stroke, ia bertahan hidup dari uluran tangan para tetangga di sekitar tempat kosnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#stroke #menantu #Anak #Lansia #Liponsos