RADAR SIDOARJO - Lapas Kelas I Surabaya atau Lapas Porong Sidoarjo memperkuat langkah pencegahan dan deteksi dini HIV/AIDS di lingkungan pemasyarakatan.
Di tengah meningkatnya jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo, puluhan warga binaan menjalani tes HIV secara sukarela melalui program Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang digelar bekerja sama dengan Puskesmas Kedungsolo.
Baca Juga: Pengunjung Perempuan Lapas Porong Sidoarjo Nekat Sembunyikan Sabu di Alat Kelamin, Ini Kronologinya
Kegiatan yang dipusatkan di Klinik Latubaya Lapas Kelas I Surabaya itu diikuti 30 warga binaan. Selain menjalani tes HIV secara sukarela, peserta juga memperoleh layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan fisik menyeluruh, konsultasi kesehatan, hingga konseling terkait pencegahan HIV/AIDS.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mendeteksi secara dini berbagai penyakit menular, termasuk HIV/AIDS.
Baca Juga: Bentuk Kepedulian, Lapas Porong di Sidoarjo Perluas Akses BPJS Kesehatan bagi Warga Binaan
Bagi warga binaan yang terdeteksi mengidap HIV, penanganan medis dapat segera dilakukan sehingga kondisi kesehatannya tetap terpantau secara optimal.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Surabaya Sohibur Rachman menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak seluruh warga binaan yang harus dipenuhi selama menjalani masa pidana.
"Kesehatan merupakan hak setiap warga binaan yang harus dipenuhi secara optimal. Melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis dan Mobile VCT ini, kami ingin memastikan kondisi kesehatan warga binaan terus terpantau sekaligus meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit," ujar Sohibur Rachman, Rabu (1/7).
Baca Juga: Napi Kasus Pembunuhan Menikah di Lapas Porong Sidoarjo
Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan Puskesmas Kedungsolo dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warga binaan.
"Terima kasih kepada Puskesmas Kedungsolo atas kolaborasi yang telah terjalin dengan baik. Lapas Kelas I Surabaya berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai instansi dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas bagi warga binaan," tambahnya.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kedungsolo. Sinergi tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dengan fasilitas kesehatan pemerintah guna memastikan layanan kesehatan berjalan secara berkesinambungan.
Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, tenaga medis juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat, mengenali faktor risiko penularan HIV, serta pentingnya deteksi dini untuk mencegah penyebaran penyakit menular.
Melalui pelayanan kesehatan yang rutin dan berkelanjutan, Lapas Kelas I Surabaya berharap seluruh program pembinaan dapat berjalan lebih optimal karena didukung kondisi kesehatan warga binaan yang terjaga.
Sebagai informasi, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo terus menunjukkan peningkatan. Hingga April 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat terdapat 7.129 kasus HIV/AIDS, atau bertambah 215 kasus dibandingkan Desember 2025 yang berjumlah 6.914 kasus.
Kecamatan Porong dan Krian menjadi dua wilayah dengan jumlah kasus terbanyak sehingga upaya deteksi dini dan pencegahan terus menjadi perhatian berbagai pihak. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista