Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Komisi B DPRD Sidoarjo Ingatkan Rekrutmen Direksi Perumda Delta Tirta Jangan Ada Titipan

Diky Putra Sansiri • Selasa, 9 Juni 2026 | 14:07 WIB
REKRUTMEN: Perumda Delta Tirta Sidoarjo.
REKRUTMEN: Perumda Delta Tirta Sidoarjo.

RADAR SIDOARJO - Proses rekrutmen Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo periode 2026-2030 menjadi sorotan DPRD Sidoarjo. Komisi B menegaskan seleksi harus berlangsung transparan, profesional, dan bebas dari praktik titip-menitip kepentingan.

Peringatan tersebut disampaikan Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, Supriyono, menyusul masih rendahnya cakupan layanan air bersih di Kabupaten Sidoarjo yang hingga kini berada di kisaran 40 persen.

Baca Juga: 5 Tahun Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Kontribusi PAD dan Cakupan Air Bersih Meningkat

Di sisi lain, tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) justru masih tinggi dan mencapai sekitar 41 persen.

Menurut Supriyono, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa Perumda Delta Tirta membutuhkan pemimpin yang benar-benar kompeten dan memahami tata kelola perusahaan air minum daerah.

Baca Juga: Bupati Pastikan Rekrutmen Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo Tanpa Titipan

"Saya berharap proses rekrutmen direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo periode 2026-2030 benar-benar berjalan secara transparan dan profesional," ujar Supriyono, Selasa (9/6).

Politisi Partai Gerindra itu mengingatkan agar tidak ada intervensi maupun kepentingan tertentu dalam proses seleksi tiga jabatan strategis, yakni Direktur Utama, Direktur Operasional, dan Direktur Pelayanan.

Baca Juga: Laba Melonjak, Perumda Delta Tirta Sidoarjo Tancap Gas Kejar Layanan Air Bersih 100 Persen

"Jangan sampai dalam proses pemilihan ini masih ada praktik titip-menitip atau kepentingan tertentu, karena dampaknya sudah kita rasakan saat ini," ujarnya.

Menurut dia, jika direksi yang terpilih merupakan hasil titipan atau pesanan pihak tertentu, maka sulit berharap perusahaan dapat berkembang dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Kalau calon direktur yang terpilih nantinya merupakan hasil titipan atau pesanan pihak tertentu, maka kondisi perusahaan akan kembali seperti sekarang. Padahal, kita ingin Perumda Delta Tirta Sidoarjo maju," katanya.

Supriyono menegaskan, Perumda Delta Tirta tidak hanya berorientasi pada bisnis semata. Sebagai perusahaan daerah, PDAM juga mengemban tugas pelayanan publik yang sangat vital karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

"Sebab, selain memiliki misi bisnis, perusahaan ini juga mengemban fungsi pelayanan publik yang sangat penting," ucapnya.

Karena itu, lanjut Supriyono, seleksi direksi harus mampu melahirkan figur yang memiliki pengalaman, kemampuan manajerial, serta pemahaman yang kuat dalam pengelolaan perusahaan air minum.

"Seleksi direksi tahun ini harus benar-benar menghasilkan sosok yang memiliki kemampuan dan pengalaman di bidang pengelolaan PDAM," tegasnya.

Ia menilai persoalan di sektor air minum tidak akan terselesaikan apabila perusahaan dipimpin oleh orang yang tidak memahami karakter dan tantangan pengelolaan PDAM.

"Jangan sampai perusahaan dikelola oleh orang yang tidak memiliki kompetensi dan pemahaman yang memadai. Pengelolaan PDAM sebenarnya sederhana, tetapi jika dipimpin oleh orang yang tidak memiliki kapasitas, hasilnya tidak akan maksimal seperti yang terjadi saat ini," tandasnya.

Lebih jauh, Supriyono menekankan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga sebagai penopang pertumbuhan kawasan industri di Sidoarjo.

"Masyarakat sangat membutuhkan layanan air bersih dari PDAM. Bahkan, ke depan kebutuhan tersebut akan semakin besar, terutama untuk sektor industri," pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#perumda #delta tirta #DPRD #Komisi B