RADAR SIDOARJO - Pembangunan Frontage Road (FR) Waru-Sidoarjo sempat terhenti. Setelah sempat terkendala proses pembebasan lahan makam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo kini tinggal menuntaskan tahap pembayaran sebelum proyek strategis tersebut kembali berjalan.
Bupati Sidoarjo Subandi memastikan persoalan yang selama ini menghambat pembangunan frontage road mulai menemukan titik terang.
Baca Juga: Komisi C Minta Pembangunan Frontage Road Sidoarjo Dikebut Lagi
Bahkan, lokasi relokasi makam sudah tersedia dan proses administrasi kini tinggal menunggu rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).
Menurut Subandi, kendala utama muncul karena area makam yang terdampak proyek tidak masuk dalam penetapan lokasi (penlok) saat proses pembebasan lahan dilakukan sebelumnya.
Akibatnya, nilai appraisal yang ditetapkan lebih rendah dibanding lahan lain yang masuk penlok sehingga memunculkan penolakan dari masyarakat.
"Kendalanya pada anggaran tahun 2025. Ini kan ada masalah makam. Mestinya waktu pembebasan awal itu masuk penlok. Tujuannya agar nilai harga tanah sesuai dengan yang dibebaskan yang lainnya," kata Subandi, Selasa (2/6).
Ia menjelaskan, tidak masuknya makam dalam penlok membuat harga ganti rugi yang dihitung appraisal menjadi lebih kecil. Kondisi tersebut menyebabkan proses pembebasan lahan tidak dapat segera diselesaikan.
"Karena kemarin tidak masuk penlok, harga appraisal-nya kecil, akhirnya orang kan menolak," ujarnya.
Namun demikian, Subandi menegaskan bahwa persoalan tersebut kini hampir tuntas. Lokasi untuk relokasi makam telah disiapkan di wilayah Waru Barat dan pemerintah hanya tinggal menyelesaikan pembayaran kepada pihak terkait.
Saat ini, Pemkab Sidoarjo masih menunggu rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur sebagai bagian dari tahapan administrasi sebelum pembayaran dilakukan.
"Karena ini masih menunggu rekomendasi dari Gubernur, kita nunggu sebentar. Insyaallah ini kita realisasikan," katanya.
Subandi menargetkan pembangunan Frontage Road Waru–Sidoarjo dapat terselesaikan dan tersambung penuh pada tahun 2026. Ia optimistis hambatan yang selama ini terjadi tidak lagi mengganggu kelanjutan proyek.
"Harapan kita tahun 2026 ini Waru sampai Sidoarjo sudah clear," tegasnya.
Lebih lanjut, Subandi mengungkapkan proses pembayaran pembebasan lahan ditargetkan mulai dilakukan pada Juni hingga Juli tahun ini. Setelah itu, pembangunan dapat dilanjutkan hingga jalan benar-benar tembus.
"Insyaallah bulan enam, tujuh sudah pembayaran," ujarnya.
Saat ditanya apakah frontage road nantinya akan benar-benar tersambung hingga Sidoarjo, Subandi menjawab singkat namun penuh keyakinan.
"Iya, tembus (Sidoarjo)," pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista