RADAR SIDOARJO - Proyek pembangunan Flyover Gedangan terus berproses. Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memfokuskan tahapan pada penyelesaian pembebasan lahan, mulai dari penetapan lokasi (penlok), appraisal atau penilaian aset, hingga pemetaan seluruh bidang tanah yang terdampak proyek tersebut.
Bupati Sidoarjo Subandi memastikan proses pengadaan tanah telah berjalan. Berbagai potensi persoalan yang kerap muncul dalam pembebasan lahan juga telah diantisipasi sejak awal agar tidak menghambat pelaksanaan proyek.
“Flyover Gedangan ini sudah jalan. Sekarang kami menunggu penlok. Karena yang pasti, dalam pembebasan lahan itu ada yang lancar dan ada yang tidak. Untuk itu, kami juga sudah menyiapkan mekanisme konsinyasi,” ujarnya, Senin (1/6).
Menurut Subandi, tim yang dibentuk Pemkab Sidoarjo saat ini tengah melakukan pemetaan secara detail terhadap seluruh objek tanah yang terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembebasan lahan dapat segera berjalan begitu penlok diterbitkan.
Baca Juga: Wanita Mondar-mandir sebelum Ditemukan Meninggal di Sekitar Flyover Aloha Sidoarjo
Ia menargetkan seluruh tahapan administrasi, termasuk penyelesaian berbagai persoalan lahan, dapat dirampungkan dalam enam bulan ke depan.
“Kami berharap dalam enam bulan ini semuanya bisa selesai. Insyaallah prosesnya sudah berjalan, tinggal menunggu penlok dan appraisal,” tegasnya.
Baca Juga: Perempuan Asal Surabaya Ditemukan Tewas di Pinggir Rel KA Sekitar Flyover Aloha Sidoarjo
Setelah proses appraisal atau penilaian harga tanah dan bangunan selesai dilakukan, Pemkab Sidoarjo akan segera merealisasikan pembayaran ganti untung kepada pemilik aset yang terdampak proyek.
“Kalau appraisal sudah selesai dan hasilnya sudah keluar, langsung kami bayarkan,” tandasnya.
Baca Juga: Ini Letak Lahan yang Terdampak Pembebasan Flyover Gedangan Sidoarjo
Flyover Gedangan merupakan salah satu proyek infrastruktur prioritas yang diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Gedangan, khususnya di kawasan perlintasan sebidang kereta api yang selama ini menjadi titik kemacetan. Karena itu, percepatan pembebasan lahan menjadi tahapan krusial sebelum pekerjaan fisik dapat dimulai. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista