Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Harkitnas 2026, Wabup Sidoarjo: Kedaulatan Bangsa Kini Ditentukan di Ruang Digital

Diky Putra Sansiri • Rabu, 20 Mei 2026 | 15:38 WIB
DIGITALISASI: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana saat memimpin upacara Harkitnas 2026 di Alun-alun Sidoarjo, Rabu (20/5).
DIGITALISASI: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana saat memimpin upacara Harkitnas 2026 di Alun-alun Sidoarjo, Rabu (20/5).

RADAR SIDOARJO - Semangat kebangkitan nasional tidak lagi hanya dimaknai sebagai perjuangan fisik melawan penjajah.

Di era digital saat ini, tantangan bangsa telah bergeser pada upaya menjaga kedaulatan informasi dan melindungi generasi muda dari ancaman ruang digital yang tak sehat.

Baca Juga: Wabup Mimik Soroti Gedung Juang 45 Sidoarjo yang Memprihatinkan, Pemkab Siapkan Renovasi

Pesan itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Mimik Idayana saat memimpin Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di Alun-alun Sidoarjo, Rabu (20/5).

Upacara tersebut diikuti TNI, Polri, ASN, organisasi masyarakat, mahasiswa hingga pelajar.

Baca Juga: Wabup: Pemkab Sidoarjo Siap Fasilitasi Marfen Jika Diundang Bertemu Prabowo

Dalam kesempatan itu, Mimik membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI sekaligus menegaskan pentingnya menjaga “tunas bangsa” di tengah derasnya arus transformasi digital.

“Sejarah mencatat, berdirinya Boedi Oetomo tahun 1908 menjadi tonggak perubahan perjuangan bangsa, dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual dan diplomatik. Hari ini, tantangan kita telah bergeser menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” ujar Mimik.

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Minta Siswa Tulis “Surat Cinta” untuk Evaluasi Menu MBG

Tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, menurutnya menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan kualitas generasi mudanya.

Ia menyoroti langkah pemerintah dalam melindungi anak-anak di ruang digital melalui pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.

Baca Juga: Bertemu Wabup Sidoarjo, Warga Kebaron Sampaikan Keluhan Soal Pengangguran dan Bantuan Mesin Pertanian

“Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Kebijakan ini untuk memastikan anak-anak mendapatkan ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai usia tumbuh kembangnya,” katanya.

Selain perlindungan digital, Mimik juga memaparkan sejumlah program strategis nasional yang disebut menjadi bagian dari visi besar membangun kemandirian bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, peningkatan kualitas guru, hingga penyediaan beasiswa untuk mengurangi ketimpangan kualitas sumber daya manusia.

“Pemerintah juga menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis secara masif agar perlindungan kesehatan bisa dirasakan seluruh masyarakat secara adil dan merata,” ungkapnya.

Tak hanya itu, upaya penguatan ekonomi masyarakat desa juga dilakukan melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program tersebut diharapkan mampu menjadi kekuatan ekonomi baru yang membuat desa semakin mandiri.

Menurut Mimik, seluruh program tersebut selaras dengan Asta Cita yang menjadi delapan misi besar pembangunan nasional.

“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini harus menjadi momentum menyalakan kembali semangat Boedi Oetomo dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan pembangunan benar-benar dirasakan rakyat,” tandasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#kebangkitan #Wabup #Digitalisasi #Mimik Idayana #Digital