Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

DPRD Tuban Studi Tiru Pengendalian Banjir di Sidoarjo

Diky Putra Sansiri • Selasa, 19 Mei 2026 | 10:16 WIB
KUNJUNGAN: DPRD Tuban saat melakukan kunjungan ke kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo.
KUNJUNGAN: DPRD Tuban saat melakukan kunjungan ke kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo.

RADAR SIDOARJO - Upaya pengendalian banjir yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menarik perhatian daerah lain.

Sistem penataan drainase hingga pengendalian banjir yang selama ini dijalankan dinilai berhasil, sehingga menjadi bahan studi tiru DPRD Kabupaten Tuban.

Hal itu terlihat saat rombongan DPRD Tuban melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo. Mereka datang untuk mempelajari langsung pola pengendalian banjir yang diterapkan di Kota Delta.

Baca Juga: Cegah Banjir di Terminal Purabaya Sidoarjo, Sungai Buntung Dinormalisasi

Kepala DPUBMSDA Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Makhmud mengatakan, ada tiga langkah utama yang terus dijalankan Pemkab Sidoarjo untuk mengendalikan banjir di wilayah perkotaan maupun kawasan padat penduduk.

“Yang pertama bagaimana menjaga air ini, terutama pintu-pintu air dan penjaga air harus ditingkatkan, termasuk rumah-rumah pompa harus optimal,” ujar Makhmud, Selasa (19/5).

Baca Juga: Cegah Banjir di Sidoarjo, Enam Saluran Irigasi Dibersihkan dan Lima Sungai Dinormalisasi

Menurutnya, optimalisasi pintu air dan rumah pompa menjadi kunci utama agar debit air dapat dikendalikan saat curah hujan tinggi maupun ketika debit sungai meningkat.

Langkah kedua, lanjut Makhmud, yakni melakukan normalisasi sungai secara rutin dan berkelanjutan. DPUBMSDA terus melakukan pengerukan sedimentasi di sungai maupun saluran pembuangan agar kapasitas tampung air tetap terjaga.

Baca Juga: Banjir Dua Bulan, Warga Kedungbanteng Tanggulangin Sidoarjo Terancam Terkena Gangguan Kulit

“Yang berikutnya adalah menangani terkait normalisasi sungai tanpa berhenti. Itu harus dilakukan,” katanya.

Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga memperkuat sistem tampungan air melalui pembangunan dan peningkatan kapasitas bozem di kawasan padat penduduk.

Baca Juga: Banjir Kepung Taman Sidoarjo, Enam Desa Terendam, 171 Rumah di Bringinbendo Terdampak

“Yang ketiga adalah bozem-bozem di daerah padat penduduk yang membutuhkan bozem kita buatkan. Kita tingkatkan bozemnya, termasuk kapasitas pompa-pompanya,” jelasnya.

Tiga strategi tersebut menjadi materi utama yang dipaparkan kepada rombongan DPRD Tuban. Menurut Makhmud, pola penanganan banjir di Sidoarjo dinilai efektif dan layak diterapkan di daerah lain.

“Istilahnya akan diterapkan di sana, menata kotanya supaya tidak banjir seperti di Sidoarjo,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pengendalian banjir di wilayah Kota Sidoarjo saat ini berjalan cukup baik berkat konsistensi penerapan tiga langkah tersebut.

“Kita sampaikan tidak ada banjir di wilayah Sidoarjo kota, karena kita menerapkan tiga hal tersebut,” tegasnya.

Diketahui, rombongan DPRD Tuban yang hadir terdiri dari Ketua Komisi I bersama sejumlah anggota Komisi I DPRD Tuban. Mereka datang untuk melihat langsung sistem drainase hingga pola pengendalian banjir yang diterapkan Pemkab Sidoarjo sebagai referensi penataan kota bebas banjir di Kabupaten Tuban. (dik/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#Pengendalian #studi tiru #Banjir #DPRD #tuban