RADAR SIDOARJO - Alun-alun Sidoarjo yang diharapkan menjadi ruang terbuka hijau (RTH) yang bersih, nyaman, dan ramah keluarga masih dibayangi keberadaan pedagang asongan yang nekat berjualan di area pedestrian hingga zona ramah anak.
Kondisi tersebut membuat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan selama 24 jam penuh.
Baca Juga: DLHK Sidoarjo Bantah Tarik Iuran Sampah CFD
Bahkan, pedagang yang tetap membandel dan melanggar aturan terancam diproses tindak pidana ringan (tipiring) oleh Satpol PP. Pengetatan pengawasan rencananya mulai dilakukan secara intensif mulai besok.
Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (KRTH) DLHK Kabupaten Sidoarjo, Vira Murti Krida Laksmi, mengatakan kawasan Alun-alun Sidoarjo memang disterilkan dari aktivitas pedagang demi menjaga kenyamanan pengunjung dan kebersihan fasilitas umum.
Baca Juga: Sampah Menggunung di Jalan Ahmad Yani Sidoarjo, DLHK Benahi Sistem dari RT hingga TPS3R
“Pedagang memang tidak dibolehkan. Selain mengganggu kenyamanan, juga membuat alun-alun kotor karena banyak noda yang menempel,” kata Vira, Minggu (17/5).
Menurutnya, setiap selesai dilakukan penertiban, petugas DLHK langsung membersihkan area yang terdampak aktivitas pedagang, terutama di kawasan pedestrian dan area ramah anak.
“Setelah penertiban, saya minta tim untuk langsung mengepel area pedestrian dan ramah anak. Kami hanya menggiring pedagang ke lokasi luar alun-alun,” ujarnya.
Vira menjelaskan, pengawasan sebenarnya telah dilakukan selama 24 jam. Namun jumlah petugas yang terbatas membuat pengawasan belum sepenuhnya maksimal, terutama saat akhir pekan ketika jumlah pengunjung membludak.
Baca Juga: Pengelolaan Sampah Rest Area Jadi Perhatian, DLHK Sidoarjo Dampingi Kunjungan Wamen Lingkungan Hidup
“Hanya memang rasio pedagang dan jumlah petugas tidak sebanding. Apalagi banyak pedagang yang arogan,” ungkapnya.
Ia menyebut, para pedagang biasanya memanfaatkan momen pagi hari saat pengunjung memadati alun-alun untuk berolahraga dan berekreasi bersama keluarga. Terutama pada Minggu pagi ketika sebagian petugas Satpol PP masih mengikuti apel.
“Begitupun tim Satpol PP sudah standby dari jam 7.30. Biasanya karena mereka ke alun-alun setelah apel pagi di kantor Satpol PP,” jelasnya.
Selain itu, sebelum pukul 07.00 WIB, petugas kebersihan masih fokus menjalankan tugas di sejumlah titik sehingga kondisi tersebut dimanfaatkan pedagang untuk masuk ke area alun-alun.
“Jadi mereka mengambil kesempatan di saat pengunjung sedang ramai pada pagi hari libur. Setiap Minggu pagi, pengguna alun-alun memang sangat padat,” terangnya.
Vira menegaskan, Alun-alun Sidoarjo dibangun sebagai ruang publik yang mengedepankan fungsi sosial, rekreasi, sekaligus ruang kreasi masyarakat. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta ikut menjaga keberlangsungan fasilitas tersebut.
“Alun-alun Sidoarjo ini dibangun dengan harapan yang sama. Menjadi RTH yang memfasilitasi kebutuhan sosial, rekreasi, dan kreasi yang perlu dijaga keberlangsungannya agar tetap nyaman dan ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah,” tandasnya.
DLHK juga mengajak masyarakat ikut menjaga ketertiban dan kebersihan alun-alun, termasuk mengingatkan pengunjung yang merokok di area larangan merokok maupun melarang pedagang berjualan di dalam kawasan alun-alun. (dik/vga)