RADAR SIDOARJO - Kabupaten Sidoarjo dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat wisata sekaligus daerah transit strategis di Jawa Timur. Potensi tersebut didukung letak geografis yang diapit sejumlah daerah dengan tingkat ekonomi tinggi, keberadaan Bandara Internasional Juanda, Terminal Purabaya, hingga akses jalan tol yang terhubung ke berbagai wilayah.
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol, menilai branding wisata Sidoarjo harus diperkuat melalui identitas khas daerah, yakni bandeng dan udang windu.
Baca Juga: BHS Usul Beras Bulog Diberi Batas Tanggal Penggunaan saat Tinjau Gudang di Sidoarjo
Menurut pria yang akrab disapa BHS itu, dua komoditas tersebut tidak boleh lepas dari identitas Kabupaten Sidoarjo. Bahkan, ia mendorong seluruh pusat perbelanjaan maupun kawasan strategis menampilkan produk olahan berbahan dasar bandeng dan udang sebagai ciri khas daerah.
“Sidoarjo ini sudah punya kekhasan, yaitu bandeng dan udang windu. Ini harus dibesarkan sebagai identitas daerah. Produk-produk olahan bandeng dan udang harus diperkuat sebagai branding Sidoarjo,” kata BHS, Jumat (15/5).
Baca Juga: BHS Usulkan Videotron dan Loket Tiket Terpusat di Terminal Purabaya Sidoarjo
Dewan Pakar DPP Partai Gerindra itu menjelaskan, penguatan identitas kuliner daerah harus dibarengi dengan pengembangan sektor penunjang pariwisata. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Sidoarjo aktif mengajak investor di bidang perhotelan, pusat perbelanjaan, hingga hiburan untuk masuk ke Kota Delta.
“Makanya Sidoarjo harus segera mengajak investor-investor perhotelan dan sektor lainnya masuk ke Sidoarjo. Sehingga hotel, mal, dan fasilitas lainnya bisa menjadi sarana yang dibutuhkan wisatawan sebelum berwisata,” ujarnya.
Baca Juga: Rayakan HUT Gerindra, BHS Gelar Lomba Masak Tumpeng dan Serap Aspirasi Nelayan Sidoarjo
Selain kuliner, BHS juga menilai potensi wisata pesisir Sidoarjo perlu diangkat lebih serius. Menurutnya, keberadaan tambak bandeng dan udang windu bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata berbasis pantai dan perikanan.
“Dengan adanya tambak bandeng dan udang ini, perlu ada branding wisata pantai yang kuat. Potensi tersebut harus diangkat,” jelas penasihat utama PT Dharma Lautan Utama itu.
Baca Juga: BHS Gencar Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI, Dorong Warga Sidoaejo Jadi Agen Nilai Kebangsaan
Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jatim tersebut menambahkan, posisi strategis Sidoarjo menjadi modal besar untuk berkembang sebagai pusat wisata sekaligus lokasi transit wisatawan menuju berbagai destinasi di Jawa Timur, seperti Bromo dan kawasan wisata lainnya.
“Ini sangat potensial menjadi pusat pariwisata, termasuk hub atau tempat menginap wisatawan yang akan menuju destinasi wisata seperti Bromo dan lainnya,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan kuliner khas Sidoarjo sebagai trademark yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Bambang Haryo Soekartono Berangkatkan 25 Jamaah Umrah dari Tim DLU dan Tim BHS Peduli
“Kuliner khas Sidoarjo harus menjadi trademark dan branding yang dikenal masyarakat Indonesia, khususnya bagi orang-orang yang melewati atau datang ke Sidoarjo,” tuturnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia terkait branding kepariwisataan daerah.
“Dalam Bimtek ini dibahas bagaimana daerah membangun karakter untuk dijadikan merek atau branding wisata,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista