RADAR SIDOARJO - Upaya memperkuat pembinaan warga binaan terus dilakukan Lapas Kelas I Surabaya atau yang dikenal sebagai Lapas Porong Sidoarjo.
Tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam lapas, lembaga pemasyarakatan tersebut kini menggandeng enam stakeholder sekaligus untuk menghadirkan program pendidikan, bantuan hukum, kesehatan hingga pelatihan keterampilan bagi warga binaan.
Baca Juga: Razia Besar di Lapas Porong Sidoarjo, HP dan Sajam Rakitan Disita
Langkah itu ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama sejumlah lembaga dan yayasan. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi penguat proses reintegrasi sosial warga binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Surabaya Sohibur Rachman menegaskan, kolaborasi tersebut bukan sekadar seremoni administratif, melainkan bentuk komitmen nyata untuk meningkatkan kualitas pembinaan di dalam lapas.
Baca Juga: Lapas Porong Sidoarjo Perkuat Kedekatan dengan Warga lewat Ruwat Desa
“Apa yang telah kita tandatangani hari ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dan membutuhkan dukungan dari petugas maupun pihak lembaga dan yayasan untuk saling berbagi ilmu,” ujar Sohibur Rachman, Selasa (12/5).
Menurutnya, keberhasilan program pembinaan tidak bisa dijalankan sendiri oleh pihak lapas.
Baca Juga: Komisi XIII DPR RI Ikut Panen Jagung di Bekas Lahan Tidur Lapas Porong Sidoarjo
Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar warga binaan memperoleh akses pembinaan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Sohibur juga menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas serta koordinasi yang solid antar pihak agar seluruh program dapat berjalan maksimal dan tepat sasaran.
“Kerja sama ini jangan hanya berhenti pada penandatanganan dokumen saja, tetapi harus mampu menghadirkan bukti nyata dan manfaat langsung bagi warga binaan,” tegasnya.
Dalam kerja sama tersebut, Lapas Kelas I Surabaya menggandeng enam stakeholder bidang pembinaan, yakni Yayasan Sekar Mentari, Lembaga Bantuan Hukum Pekat, Lembaga Bantuan Hukum Plato, PKBM Nurul Huda, Yayasan Omah Sehat Bersinar Surabaya, dan Plato Foundation.
Kegiatan penandatanganan turut dihadiri jajaran pejabat struktural, petugas pembinaan, serta perwakilan masing-masing lembaga dan yayasan yang terlibat.
Melalui sinergi tersebut, Lapas Kelas I Surabaya berharap program pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan lebih optimal, terarah, dan berkelanjutan.
Selain meningkatkan kualitas pembinaan, kerja sama lintas sektor itu juga diharapkan mampu membekali warga binaan dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan mental sebelum kembali ke tengah masyarakat. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista