RADAR SIDOARJO – Sebuah video yang memperlihatkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dihalau oleh banyak orang saat menertibkan pedagang di kawasan Alun-alun Sidoarjo viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah personel Satpol PP mendapat penolakan dari warga yang diduga merupakan para pedagang ketika proses penertiban berlangsung.
Baca Juga: Resahkan Pengguna JPO Bungurasih Sidoarjo, Satpol PP Amankan Dua Pengemis
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Sidoarjo, R. Novianto Koesno Adi Putro, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut penolakan diduga dipicu oleh provokasi dari pihak tertentu.
“Memang benar ada penolakan dari pedagang. Namun situasi itu dipicu oleh provokasi yang dilakukan oleh dua orang. Identitas keduanya sudah kami kantongi dan akan dimintai keterangan,” ujarnya.
Baca Juga: Satpol PP Sidoarjo Tertibkan PKL dan Intensifkan Patroli Cipta Kondisi
Ia menjelaskan, kejadian bermula saat petugas Satpol PP melaksanakan Operasi Cipta Kondisi di kawasan Alun-alun Sidoarjo sebagai bagian dari upaya penegakan ketertiban umum.
Menurutnya, penertiban terhadap pedagang sebenarnya sudah sering dilakukan. Namun karena pelanggaran masih berulang, petugas akhirnya mengambil langkah penyitaan barang dagangan.
Baca Juga: Sering Melanggar, Satpol PP Sidoarjo Tertibkan PKL di Jalan Majapahit
“Karena sudah sering dilakukan operasi, akhirnya dilakukan penyitaan. Namun hal ini menjadi tontonan dan memicu provokasi dari sejumlah orang di lokasi,” jelasnya.
Untuk menghindari situasi semakin memanas dan mencegah potensi bentrokan, petugas memilih menarik diri dari lokasi.
“Kami mengambil langkah mundur demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa penertiban dilakukan untuk menjaga ketertiban umum serta kenyamanan kawasan Alun-alun Sidoarjo sebagai ruang publik.
Pihaknya juga mengimbau pedagang dan masyarakat agar mematuhi aturan yang berlaku serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang dapat memperkeruh situasi. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista