RADAR SIDOARJO - Kabupaten Sidoarjo kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah dengan tata kelola pemerintahan terbaik di Indonesia.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran, Pemkab Sidoarjo justru mampu mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan kinerja tertinggi tingkat nasional.
Baca Juga: Pembangunan RSUD Sedati Mandek, Ini Kata Bupati Sidoarjo
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025. Sidoarjo mencatat skor 3,6389 dengan status kinerja “Tinggi”, sekaligus menjadi yang terbaik se-Indonesia.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, kepada Bupati Sidoarjo Subandi dalam upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 di halaman Kantor Kemendagri RI, Senin (27/4).
Baca Juga: WFH Jumat ASN Sidoarjo Dipantau Digital, Bupati Lakukan Evaluasi
Bupati Subandi menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atas capaian tersebut.
Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukan hasil kerja individu, melainkan buah kolaborasi seluruh elemen pemerintahan.
Baca Juga: Uji Coba WFH Jumat ASN Sidoarjo, Bupati Akan Evaluasi Dampaknya
“Kami mengucapkan terima kasih banyak, terutama kepada seluruh OPD Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Berkat kinerja yang luar biasa, kita mendapatkan Penghargaan Prestasi Kinerja Tertinggi se-Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, meskipun dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran.
Baca Juga: Bau Sampah Ganggu Pesantren, Bupati Sidoarjo Perintahkan Pembenahan Total TPST Terungkulon Krian
Ia menekankan bahwa efisiensi tidak boleh berdampak pada penurunan kinerja.
“Kita harus terus bersemangat. Dengan efisiensi tidak mengurangi kinerja kita. Dengan semangat Hari Otonomi Daerah, kita terus bergerak bersama untuk membangun Kabupaten Sidoarjo,” tegasnya.
Subandi juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan dan kesinambungan program yang telah berjalan. Ia bahkan menyebut Sidoarjo kini telah menjadi salah satu daerah percontohan di Indonesia dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Penghargaan ini juga menjadi penyemangat untuk menambah gairah lagi membangun Kabupaten Sidoarjo yang kita cintai bersama, yang harus diikuti semua OPD hingga pemerintah desa,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia kembali mengingatkan bahwa efisiensi anggaran harus diimbangi dengan inovasi pelayanan agar masyarakat tetap merasakan manfaat secara langsung.
“Dengan adanya efisiensi ini, pelayanan tidak boleh terabaikan dan semangat kita harus tetap tinggi, terutama untuk memberikan pelayanan publik kepada masyarakat yang ada di Sidoarjo,” tandasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista