Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Kampung Topi Punggul Sepi Pesanan Lokal, Bupati Sidoarjo Subandi Akan Panggil OPD

Diky Putra Sansiri • Jumat, 24 April 2026 | 16:55 WIB
BUTUH SOLUSI: Bupati Sidoarjo Subandi saat melakukan inspeksi mendadak di Kampung Topi, Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Jumat (24/4). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
BUTUH SOLUSI: Bupati Sidoarjo Subandi saat melakukan inspeksi mendadak di Kampung Topi, Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Jumat (24/4). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Fakta mengejutkan terungkap dari sentra UMKM di Kabupaten Sidoarjo. Di tengah melimpahnya produksi perlengkapan sekolah, pesanan dari sekolah-sekolah lokal justru minim.

Temuan itu didapat langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kampung Topi, Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Jumat (24/4).

Baca Juga: Rumah Nyaris Roboh di Tropodo, Bupati Sidoarjo Pastikan Perbaikan

Kampung yang mayoritas warganya berprofesi sebagai pengrajin topi dan perlengkapan sekolah tersebut ternyata lebih banyak melayani pesanan dari luar daerah, bahkan hingga luar pulau.

Subandi mengaku terkejut sekaligus kecewa. Menurutnya, sekolah-sekolah di Sidoarjo seharusnya menjadi pasar utama bagi produk UMKM lokal.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Tinjau Kondisi Atap Kelas SDN Sidokepung 1 yang Ambruk

“Ini yang kami lihat cukup ironis. Warga Sidoarjo punya produk sendiri, mestinya sekolah-sekolah di sini yang memesan. Tapi justru ada pesanan dari luar daerah seperti Balikpapan. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Ia memastikan akan segera memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo serta mengumpulkan para kepala sekolah untuk membahas persoalan tersebut. Tujuannya, agar belanja kebutuhan sekolah diprioritaskan dari pelaku UMKM lokal.

Baca Juga: Silaturahmi ke Sejumlah Kiai, Bupati Sidoarjo Bangun Sinergitas

“Sekolahnya di Sidoarjo, belanjanya juga harus di Sidoarjo. Dengan begitu, perputaran ekonomi bisa tetap di daerah,” ujarnya.

Tak hanya mendorong dari sisi permintaan, Pemkab Sidoarjo juga akan memperkuat sektor produksi. Subandi berkomitmen membantu kemudahan perizinan bagi pelaku UMKM agar usaha mereka bisa berkembang lebih besar.

“Perizinan UMKM akan kita bantu dan kita kawal. Sekarang semua sudah serba online, jadi harus kita permudah,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga membuka akses permodalan melalui BPR Delta Artha dengan bunga ringan sebesar 0,2 persen.

“Bagi yang membutuhkan tambahan modal, bisa kita fasilitasi melalui BPR Delta Artha dengan program bunga rendah,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pelaku usaha, Fuad (42), pemilik Master Konveksi di Kampung Topi Punggul, mengungkapkan bahwa pesanan selama ini justru didominasi dari luar daerah.

“Kebanyakan pesanan dari luar pulau, seperti Bitung, Bontang, sampai Ambon. Justru dari Sidoarjo sendiri sangat jarang,” ungkapnya.

Ia mengaku heran, mengingat produk yang dihasilkan di Kampung Topi cukup lengkap, mulai dari topi, dasi, badge hingga perlengkapan sekolah lainnya, dengan harga yang relatif terjangkau.

“Semua ada di sini, tapi pesanan lokal justru minim. Itu yang kami bingungkan,” katanya.

Fuad berharap ada kebijakan konkret agar sekolah-sekolah di Sidoarjo memprioritaskan pembelian dari pengrajin lokal. Menurutnya, selain membantu UMKM, langkah tersebut juga dapat menekan biaya bagi siswa.

“Kalau beli langsung dari pengrajin tentu lebih murah. Topi saja di sini bisa Rp 3.500 per buah,” jelasnya. (dik/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#Lokal #Pesanan #topi #OPD #Bupati