RADAR SOIDOARJO - Video pembongkaran makam di kawasan Pasar Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo, viral di TikTok dan memicu keresahan warga. Makam yang disebut-sebut sebagai makam tokoh agama atau wali itu hingga kini masih belum dapat dipastikan kebenarannya.
Menanggapi polemik tersebut, Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama, turun langsung ke lokasi untuk melakukan mediasi bersama pihak pembongkar makam, aparat kelurahan, kepolisian, TNI, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Baca Juga: Viral Penutupan Portal di Sidokare Sidoarjo, Pak Uda Tegaskan Demi Keselamatan Cucu
Dimas menegaskan, langkah awal yang dilakukan saat ini adalah meredam polemik di tengah masyarakat melalui mediasi, bukan langsung mengambil kesimpulan.
“Ya, kita mediasi saja karena ini sudah viral di TikTok. Banyak komentar dan tag ke pemerintah terkait pembongkaran yang disebut sebagai makam wali,” ujarnya, Senin (20/4).
Baca Juga: Viral, Besi Penutup Got di Frontage Road Raya Gedangan Sidoarjo Diduga Dicuri
Ia menjelaskan, kepastian status makam tersebut masih membutuhkan investigasi mendalam, baik dari sisi sejarah, arkeologi, maupun keterangan para tokoh agama serta sesepuh wilayah setempat.
“Kita perlu investigasi lebih dalam secara historis. Harus menghadirkan tokoh agama, ulama, dan sesepuh wilayah sini untuk dimintai keterangan terkait makam ini,” jelasnya.
Baca Juga: Viral PBI JKN Nonaktif, Warga Sidoarjo Tetap Bisa Berobat, Begini Kata Kepala BPJS Kesehatan
Menurutnya, terdapat informasi awal dari salah satu tokoh agama setempat, Gus Gazhali, yang menyebut lokasi tersebut dulunya merupakan area pemakaman Tionghoa. Karena itu, klaim bahwa makam tersebut adalah makam wali masih perlu diuji kebenarannya.
“Kalau ditarik secara historis, ini disebut makam wali, apakah iya atau tidak, itu yang perlu diinvestigasi lebih dalam,” tegasnya.
Baca Juga: Viral Video Dua Anak Bermain di Jalur Rel Kereta Api Sidoarjo
Lebih lanjut, DPRD Sidoarjo mengaku siap mendukung keputusan masyarakat dan pemerintah setempat. Jika nantinya disepakati untuk membangun kembali makam tersebut, pihaknya siap memfasilitasi, termasuk mendorong dukungan anggaran dari dinas terkait.
“Kalau memang nanti banyak yang mendorong untuk dibangun kembali, kami akan fasilitasi. Tapi tetap harus melalui investigasi dulu, apakah benar ada embel-embel wali atau tidak,” imbuhnya.
Dimas juga menilai penyelesaian secara kekeluargaan lebih diutamakan dibanding jalur hukum, mengingat belum ada kerugian yang jelas.
“Kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.
Sementara itu, pembongkar makam berinisial SA mengaku tindakannya didasari wasiat dari almarhum ayahnya. Ia menyebut lokasi tersebut bukan makam wali seperti yang ramai diperbincangkan.
“Saya mendapat pesan dari almarhum bapak sebelum meninggal, kalau nanti ini ramai dikunjungi, dibongkar saja. Karena ini bukan makam wali,” ungkapnya.
Saat ini, pihak kelurahan berencana mengumpulkan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk membahas persoalan tersebut secara bersama-sama. Hasil rapat nantinya akan menjadi dasar penentuan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pembangunan kembali makam.
Hingga kini, status makam di Pasar Sepanjang masih dalam tahap penelusuran. Pemerintah dan DPRD mengimbau masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil investigasi resmi diumumkan. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista