Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Pilot Asal Sidoarjo yang Gugur di Kalimantan Barat Dimakamkan di Sedati

Suryanto • Minggu, 19 April 2026 | 14:03 WIB
KHIDMAT: Proses pemakaman Marindra Wibowo di makam warga TNI AL.
KHIDMAT: Proses pemakaman Marindra Wibowo di makam warga TNI AL.

RADAR SIDOARJO – Kepergian Marindra Wibowo meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga dunia penerbangan Indonesia. Pilot asal Sidoarjo itu dikenal sebagai sosok hangat, rendah hati, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap profesinya hingga akhir hayat.

Kabar duka tersebut datang pada Kamis (16/4) sekitar pukul 22.00 WIB. Marindra meninggal dunia akibat kecelakaan di wilayah Kalimantan Barat. Kepergiannya yang mendadak mengejutkan keluarga, sahabat, serta rekan sejawat yang mengenalnya sebagai pribadi penuh tanggung jawab.

Baca Juga: Puluhan Nisan di Makam Desa Kludan Tanggulangin Sidoarjo Dicoret Tanda Silang, Picu Polemik Warga

Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman yang digelar Sabtu (18/4) di makam warga TNI Angkatan Laut wilayah timur Juanda, Gisikcemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Isak tangis keluarga pecah saat jenazah almarhum dimakamkan dengan upacara militer.

Dalam prosesi tersebut, Letkol Laut Hadi Priyono bertindak sebagai inspektur upacara. Ia memimpin langsung penghormatan terakhir sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian panjang almarhum di dunia penerbangan militer.

Baca Juga: Jelang Harjasda, Wabup Sidoarjo Ziarah Makam Pemimpin Terdahulu

Sejak muda, Marindra telah menapaki jalan sebagai penerbang. Ia menempuh pendidikan di sekolah penerbangan TNI di Yogyakarta. Di tempat itu, bukan hanya kemampuan terbang yang diasah, tetapi juga karakter disiplin dan loyalitas yang terus melekat hingga akhir hayatnya.

Bagi rekan-rekannya, Marindra bukan sekadar pilot. Ia adalah sahabat yang selalu hadir, mudah bergaul, ringan tangan, dan tak pernah segan membantu siapa pun.

Baca Juga: DPD Partai NasDem Sidoarjo Gelar Ziarah ke Makam Pahlawan dan Makam Aulia

Kapten Royani, pilot Wings Air sekaligus kakak kelas almarhum, mengenang kedekatan mereka yang telah terjalin lebih dari dua dekade.

“Beliau itu orangnya supel, asyik, dan sangat setia kawan. Kalau kumpul, sering kali beliau yang menjemput. Komunikasinya juga enak, dan setiap tugas selalu dijalankan dengan baik,” kenangnya.

Baca Juga: Dorong BPN Sidoarjo Segera Proses Lahan Makam Desa Kedungrejo yang Terdampak Frontage Road

Menurut Royani, Marindra adalah tipe pilot yang tenang dan dapat diandalkan dalam situasi apa pun.

“Dia itu fokus. Medan sesulit apa pun tetap dijalani dengan penuh tanggung jawab. Itu yang membuat banyak orang percaya kepada beliau,” tambahnya.

Karier Marindra di dunia penerbangan bukan hal biasa. Ia pernah terlibat dalam misi perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebuah tugas yang hanya diberikan kepada personel dengan kemampuan dan integritas tinggi.

Pengabdiannya juga banyak dijalani di medan-medan sulit. Ia kerap menerbangkan helikopter ke wilayah terpencil, termasuk kawasan perkebunan di Sintang, Kalimantan Barat, daerah yang tidak dapat dijangkau pesawat komersial.

Namun di balik rekam jejaknya yang gemilang, Marindra tetap sosok sederhana. Ia tak pernah membanggakan pencapaiannya. Sebaliknya, ia lebih senang berbagi cerita ringan dan pengalaman kepada rekan-rekannya.

Kenangan terakhir bersama sahabat kini terasa begitu berharga. Sekitar tiga hingga empat bulan lalu, mereka sempat berkumpul santai di kawasan Gayungsari, Surabaya. Tanpa firasat apa pun, pertemuan itu menjadi momen terakhir kebersamaan mereka.

Kini, Marindra meninggalkan seorang istri dan tiga anak laki-laki. Kehilangannya bukan hanya dirasakan keluarga, tetapi juga banyak orang yang mengenalnya sebagai pribadi tulus dan penuh dedikasi.

Di rumah duka hingga lokasi pemakaman, pelayat terus berdatangan. Mulai dari senior, rekan satuan, hingga junior sesama penerbang hadir memberikan penghormatan terakhir.

Air mata tak terbendung. Namun di balik duka, tersimpan rasa bangga atas sosok yang telah menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab, persahabatan, dan pengabdian.

“Beliau itu bukan hanya rekan kerja, tapi juga saudara bagi kami. Sosoknya selalu membawa suasana hangat di setiap pertemuan. Kehilangannya benar-benar terasa,” pungkasnya. (sur/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#Pilot #gugur #Meninggal #Sedati #Makam