RADAR SIDOARJO - Serangan stroke datang tanpa aba-aba, namun peluang untuk pulih sebenarnya terbuka lebar, asal ditangani cepat. Dalam hitungan jam pertama yang krusial, nyawa sekaligus kualitas hidup pasien bisa diselamatkan.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2025, sekitar 350 ribu kematian di Indonesia dipicu penyakit utama seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes, yang menjadi faktor risiko utama stroke.
Dokter spesialis saraf Subspesialis Neurokritikal dan Intensif Rumah Sakit Umum (RSU) Anwar Medika Sidoarjo, Dr. dr. Abdullah Machin, Sp.N, Subsp. NKI(K), menegaskan bahwa mengenali gejala awal menjadi langkah paling penting.
“Umumnya gejala stroke itu senyum tidak simetris, kelemahan anggota gerak satu sisi, dan bicara pelo atau tidak nyambung,” ujar Machin ke Radar Sidoarjo, Senin (13/4).
Menurutnya, pasien stroke memiliki waktu emas atau golden period selama 4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Dalam rentang waktu tersebut, penanganan medis harus segera dilakukan agar kerusakan otak bisa diminimalkan.
“Semakin cepat ditangani, maka peluang pasien untuk pulih kembali seperti semula juga semakin besar,” tegasnya.
Saat pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tim medis akan langsung melakukan anamnesis awal dan pemeriksaan CT Scan. Langkah ini penting untuk memastikan apakah stroke disebabkan oleh sumbatan atau perdarahan, sehingga penanganan yang diberikan tepat.
“Setelah diagnosis ditegakkan, kami melakukan tindakan intervensi untuk mengembalikan aliran darah ke otak secepat mungkin,” jelasnya.
Baca Juga: Sidak RS Anwar Medika, Bupati Sidoarjo Subandi Umumkan Layanan BPJS Kembali Aktif Per 1 Juli 2025
Pasien kemudian akan menjalani observasi ketat di High Care Unit (HCU) guna memantau perkembangan kondisinya.
Menariknya, metode penanganan stroke yang diterapkan RSU Anwar Medika Sidoarjo bersama tim Code Stroke menunjukkan hasil signifikan. Beberapa pasien bahkan mampu kembali menggerakkan anggota tubuhnya yang sebelumnya lemah hanya dalam hari yang sama.
Tak hanya itu, RSU Anwar Medika juga bekerja sama dengan lembaga internasional Angels Initiative untuk meningkatkan kualitas layanan stroke sesuai standar global.
“Kami bekerja sama dengan Angels, sehingga layanan yang kami berikan sudah berstandar internasional,” tambahnya.
Dengan fasilitas dan layanan tersebut, masyarakat Sidoarjo kini tak perlu lagi jauh-jauh ke luar kota untuk mendapatkan penanganan stroke yang cepat dan optimal.
“Ini menjadi jawaban bagi masyarakat, khususnya di Sidoarjo Barat. Penanganan stroke yang cepat dan tepat sudah bisa dilakukan di Sidoarjo,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista