RADAR SIDOARJO - Fakta mengejutkan terungkap saat inspeksi mendadak yang dilakukan Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana.
Pintu buka-tutup dam di kawasan Krembung diketahui telah hilang selama sekitar empat tahun, sehingga fungsi pengaturan aliran air tidak berjalan optimal dan berdampak pada irigasi di tiga kecamatan.
Temuan tersebut didapat saat Wabup yang akrab disapa Mak Mimik meninjau langsung normalisasi sungai di Pintu Air Krembung, Dusun Biting, Desa Mojoruntut, Kecamatan Krembung, Rabu (8/4).
Kondisi ini dinilai krusial karena berpengaruh terhadap kebutuhan air pertanian sekaligus meningkatkan potensi banjir di wilayah Krembung, Jabon, hingga Prambon.
“Dari hasil pengecekan, ada kendala pada pintu buka-tutup yang ternyata sudah hilang sekitar empat tahun,” ujarnya.
Baca Juga: Sidak SPPG Kepuhkemiri, Wabup Sidoarjo Pastikan Program MBG Berjalan Optimal
Ia menegaskan, keberadaan pintu air sangat vital dalam mengatur debit air. Tanpa sistem buka-tutup yang berfungsi, aliran air tidak dapat dikendalikan secara maksimal. Dampaknya, distribusi air ke area pertanian menjadi terganggu.
“Ini sangat penting karena menyangkut irigasi pertanian dari Krembung sampai Jabon. Kalau pintu air tidak bisa difungsikan, tentu berdampak luas,” tegasnya.
Baca Juga: Dampingi KH Said Aqil Siroj, Wabup Sidoarjo Santuni Ratusan Anak Yatim dan Duafa
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Sidoarjo akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang memiliki kewenangan atas infrastruktur tersebut. Mimik menargetkan perbaikan bisa direalisasikan pada tahun ini.
“Segera kami komunikasikan dengan provinsi karena ini ranah BBWS. Harapannya, tahun 2026 sudah bisa dialokasikan anggaran agar fungsi pintu air kembali normal,” jelasnya.
Baca Juga: Buka Bersama Anak Yatim, Wabup Mimik Idayana Ajak Majelis Ta’lim Sidoarjo Peduli Warga Kurang Mampu
Ia menambahkan, setidaknya tiga kecamatan terdampak langsung akibat kondisi tersebut, yakni Krembung, Jabon, dan Prambon.
Di sisi lain, Pemkab Sidoarjo melalui Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) terus menggencarkan normalisasi sungai di sejumlah titik. Kegiatan dilakukan oleh Satgas Alat Berat di antaranya di Porong Kanal Desa Kedungcangkring (Jabon), Anak Afvour Sidokare Desa Mojo Urangagung, Magetan Kanal Desa Tambakcemandi (Sedati), serta saluran Semambung Pasmar 2 (Gedangan).
Normalisasi meliputi pengerukan lumpur, pembersihan sampah, hingga pembenahan aliran air guna mencegah banjir dan memastikan distribusi air tetap lancar.
“Normalisasi sudah berjalan, tinggal penanganan sisa sampah yang akan teratasi seiring lancarnya aliran air,” pungkas Mimik Idayana. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista